× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kao Indonesia Kelola Limbah Popok Bayi dan Dijadikan Pot Bunga

By Redaksi
Kao Indonesia Inisiasi Gerakan Merries Senyumkan Lingkungan di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020). Foto : Istimewa

Pengelolaan sampah perlu kolaborasi  dari berbagai pihak. Pemerintah, swasta, bahkan masyarakat bisa bersinergi untuk mengurangi dampak buruk dari limbah. Hal ini pula yang dilakukan oleh Kao Indonesia, yang merupakan perusahaan consumer goods dari Jepang. Sejak dari 35 tahun lalu, Kao berkomitmen untuk menempatkan kebutuhan konsumen sebagai bagian dari kegiatan bisnis. Sebagai wujud dari upaya tersebut, Kao Indonesia yang peduli dengan kualitas hidup masyarakat, dan pelestarian lingkungan meluncurkan program inovatif.

Bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, dan Ibu-Ibu PKK (Posyandu) se-Jakarta Barat, Kao melalui produk popok bayi, Merries, menginisiasi gerakan Merries Senyumkan Lingkungan. Gerakan ini merupakan bagian dari kepedulian Kao Indonesia terhadap lingkungan.

Sejak 18 Nopember 2019, Merries melalui gerakan “Merries Senyumkan Lingkungan”, sudah mengedukasi ibu-ibu PKK di 28 Posyandu Jakarta Barat dan mengajak masyarakat umum untuk membuang popok bayi bekas pada tempatnya. Khusus pada ibu-ibu PKK tersebut, Kao memberikan edukasi secara langsung. Popok bayi bekas sama halnya dengan limbah lain, apabila tidak ditangani secara baik berpotensi untuk menemari lingkungan. Pada 2019 lalu, Merries mengkampanyekan pengumpulan popok bayi bekas. Popok bayi bekas tersebut melalui proses pyrolysis, sehingga menjadi fiber dan minyak yang higienis.

Bertempat di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020), Merries meluncurkan program berikutnya dari gerakan “Merries Senyumkan Lingkungan”. Pada 2020 ini, Merries memproses fiber dan minyak (oil) dari popok bayi bekas menjadi produk yang re-useable. Fiber higienis tersebut dicampur dengan semen dan air, diubah jadi pot-pot bunga cantik yang kembali diserahkan kepada kelompok ibu-ibu PKK.

Sementara minyak yang dihasilkan dari popok bekas diolah menjadi bahan bakar mesin pencacah fiber. Bahkan minyak ini bisa pula menjadi pengganti minyak tanah yang selama ini dikenal.

Pada kesempatan itu, Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi mengungkapkan, wilayahnya bisa menghasilkan limbah 1.300 ton perhari. Jenis limbah tersebut termasuk diantaranya popok bayi bekas.   

Sebagai wilayah administratif kota besar, Jakarta Barat pun memiliki permasalahan dengan limbah. Hal ini diakui oleh Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi. Menurut Rustam, Setiap harinya, sekitar 1300 ton sampah dihasilkan dari wilayah Jakarta Barat. Jumlah yang banyak tersebut membutuhkan fasilitas untuk pengelolaannya yang berasal dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemda DKI Jakarta mengeluarkan Rp 2,5 triliun untuk penanganan sampah selama setahun,” kata Rustam. Walhasil cukup membebani pengeluaran daerah untuk mengelola sampah saja. Padahal bila dialokasikan ke pendidikan maupun kesehatan, uang sebesar itu bisa menambah gedung sekolah atau membangun sejumlah rumah sakit baru.

“Diharapkan (Merries) akan mengajak kerja sama lebih banyak lagi posyandu yang berjumlah 800 lebih di Jakarta Barat,”harap Rustam. Sehingga masalah limbah terutama limbah popok bayi akan cukup teratasi.

Sementara itu, Vice President Marketing Kao Indonesia, Susilowati, mengucapkan terima kasihnya atas antusiasme ibu-ibu PKK dalam berpartispasi dan berkolaborasi menyukseskan gerakan Merries Senyumkan Lingkungan.

“Sebagai bentuk apresiasi (atas upaya membuang popok bayi bekas pada tempatnya dan pengumpulan popok bekas), popok bekas yang diubah jadi fiber tersebut diubah menjadi pot tanaman yang diberikan kembali pada ibu-ibu PKK,” ujar Susilowati.

Kendala yang dihadapi Merries dalam gerakan ini, menurut Susilowati, jumlah orang yang mau mengolah popok bekas ini. “Karena tidak semua orang mau, karena dianggap tidak higienis,” cetusnya. Pihaknya, lanjut Susilowati, butuh lebih banyak orang yang bisa diajak kerja sama untuk mengolah limbah tersebut. Program pengumpulan popok, akan terus dilakukan Merries sepanjang tahun 2020.

Hadir pada acara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, sekaligus istri Walikota Jakarta Barat, Inad Lucyawati. Acara diisi pula oleh demo pengolahan fiber menjadi pot bunga, selain pemberian penghargaan untuk posyandu yang sangat aktif terhadap gerakan Merries Senyumkan Lingkungan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]