banner
Renungan di Hari Bumi : serangga mulai terancam punah akibat perubahan iklim. Foto : Getty Images via BBC
Ragam

Kado Hari Bumi: Serangga Kian Punah Akibat Perubahan Iklim

931 views

MajalahCSR.id – Tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk menyadarkan warga dunia betapa pentingnya menjaga bumi dari segala ancaman kerusakkan termasuk dari perubahan iklim.

Meski demikian fakta miris dari ancaman perubahan iklim ini tetap terjadi. Mengutip dari BBC, terbaru, para periset dari University Collegde London (UCL), mengungkapkan, perubahan iklim mengubah dan mengancam praktik pertanian dan mengurangi setengah dari jumlah populasi serangga di planet ini.

Studi yang diterbitkan di publikasi ilmiah “Nature”, menjelaskan terjadinya pengurangan jumlah serangga yang mencolok dari 1992 ke 2012 lalu. Para pakar ini mengamati lebih dari 20.000 jenis serangga di seluruh belahan bumi.

Menurut tinjauan mereka, para ahli tersebut menemukan fakta bahwa di beberapa wilayah serangga yang musnah mencapai 49% dibanding kondisi habitat normal. Kondisi yang secara gamblang memperingatkan bahwa dunia harus mengakui jika manusia dan aktivitasnya selama ini mengancam ekosistem alam.

Dr. Charlie Outhwaite, pimpinan riset dari UCL menerangkan kepunahan serangga merupakan lonceng ancaman lebih serius pada lingkungan dari yang selama ini kita sadari. Padahal, lanjut Charlie, serangga berperan kunci menjaga kesehatan dan eksistensi manusia pada konteks yang lebih umum.

“Kehilangan populasi serangga tak hanya mengancam lingkungan alam, di mana mahluk kecil ini punya peran penting dalam ekosistem, melainkan juga bisa mengancam kesehatan manusia dan keamanan pangan, oleh karena kita kehilangan pollinator (penyerbuk tanaman),” tegas Charlie.

Di sisi lain, studi lain menyatakan, melestarikan lingkungan dapat membantu serangga untuk berkembang. Merujuk temuan Dr. Charlie, kondisi tersebut adalah pertanda bagi kita untuk sesegera mungkin mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan. Para ilmuwan membuktikan bahwa, di area yang terlindungi dari kegiatan berlebih manusia, seperti pertanian dan perkampungan, terdapat populasi serangga yang lebih besar dari area lainnya.

“Penemuan kami menekankan pentingnya tindakan untuk melindungi habitat alami, mengurangi ekspansi pertanian yang intensif, dan menurunkan emisi untuk mencegah perbahan iklim,” tambah Charlie.

Untuk memastikan populasi serangga berkembang, para ahli mendorong dilakukannya manajemen yang sangat serius pada lahan yang dipakai, terutama pertanian. Dr. Tim Newbold, pakar yang juga dari UCL menegaskan melindungi habitat alami, terutama di wilayah pertanian, sangat vital dilakukan untuk menjaga spesies serangga.

Solusi lainnya adalah menghindari praktik pertanian yang intensif, menanam variasi tanaman yang lebih beragam, menjaga kelestarian perbatasan hutan alam dekat pertanian atau lahan lainnya.

Para lain, Peter McCann menambahkan, “Kita harus mengakui kegunaan serangga sebagai bagian dari lingkungan, juga untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia, sehingga harus ditangani dengan sungguh-sungguh sebelum mereka sepenuhnya punah.”

Semoga di Hari Bumi kita menyadari arti pentingnya melestarikan alam dan lingkungan.    

banner