× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kacamata ini Sesegar Aroma Kopi

By Redaksi
Kacamata OCHIS dari Ampas Kopi. Foto : Kickstarter

MajalahCSR.id – Selain membantu penglihatan, kacamata boleh jadi dipakai untuk mempermanis penampilan. Tapi bagaimana dengan kacamata yang memanjakan penciuman?

Meskipun bentuk kacamata rata-rata sama, tapi sebuah perusahaan d Ukraina bernama OCHIS membuat kacamata yang benar-benar inspiratif. Kacamata biasanya berbahan logam, atau plastik, namun yang satu ini terbuat dari ampas kopi. Selain bentuknya trendi dan modis, karena terbuat dari bahan alami, jika tak terpakai dan dibuang bisa terurai di alam.  

Maksym Havrylenko, CEO OCHIS awalnya mengaku tak mudah merealisasikan idenya tersebut. Dia sempat bereksperimen dengan ragam bahan nabati, mulai dari daun mint, parsley, dan kapulaga. Kerja keras pria ini akhirnya menuai hasil ketika beralih memanfaatkan residu kopi.

Awalnya Havrylenko melihat banyaknya ampas kopi yang terbuang. Seperti halnya di berbagai negara lain, kedai kopi banyak ditemui di Ukraina. Maraknya kedai kopi dan konsumsi kopi di berbagai tempat membuat ampasnya demikian melimpah. Tercatat ada sekitar 2,5 juta cangkir kopi yang dikonsumsi tiap harinya di seluruh dunia.

Untuk membuat frame kacamata, Havrylenko mencampur ampas kopi dengan bahan rami dan biopolimer alam. Hasil campurannya di-press menjadi bentuk balok yang kuat. Selanjutnya, dari balok tersebut dicetak frame kacamata sesuai model yang diinginkan lewat bantuan aplikasi komputer. Setelah itu, barulah menyematkan lensa polarized sebagai kacamata sunglass yang trendi.

Selain membuat pemakainya lebih bergaya dan percaya diri, kacamata ini bisa terurai di alam dalam kurun 10 tahun. Kacamata kopi itu dijual seharga USD78 – USD89 atau sekitar Rp 1,1 juta – Rp 1,3 juta.

“Tujuan utama kami adalah untuk mempromosikannya di Ukraina dan di seluruh dunia. (Ada  dua poin penting) Pertama, ide produksi produk-produk bersih. Dan kedua, pembuangan limbah yang benar,” cetus Havrylenko.

Diolah dari berbagai sumber.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]