× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Kabar Baik dari Genap Setahun Pasca Tsunami Sulawesi Tengah

By Redaksi
Pendampingan Anak Pasc Tsunami Sulteng - Wahana Visi Indonesia

Tepat setahun berlalu Ā gempa 7,4 SR menimpa Sulawesi Tengah. Bencana itu menyisakan dampak besar bagi lebih dari 206.494 orang korban. Tak hanya memicu hilangnya korban jiwa, kekurangan sandang, pangan, papan, dan air bersih, bencana ini juga menyebabkan kepala keluarga kehilangan pekerjaan dan anak-anak sulit mendapat akses pendidikan di lokasi bencana.

Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui Central Sulawesi Earthquake and Tsunami Emergency Response (CENTRE) bersama para donor sudah genap satu tahun Ā memberikan pendampingan bagi warga terdampak bencana. Jumlahnya mencapai 161.246 orang terdiri dari Ā 66.401 anak-anak, Ā 46.077 rumah tangga di 230 desa yang tersebar di 40 kecamatan di empat kabupaten (Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong).

Pendampingan Anak-Anak tedampak Tsunami Sulawesi Tengah

Salah satu prioritas pascabencana yang dilakukan WVI adalah mendampingi anak-anak lewat dukungan psikososial Ā melalui pembangunan 42 titik Ruang Sahabat Anak di 24 desa. Fasillitas ini memberi dampak positif pada 7.733 anak-anak di Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Sekedar diketahui, usai tsunami, hanya 12% pelajar di wilayah terdampak bencana yang tetap aktif bersekolah. Oleh sebab itu, WVI bekerja sama dengan mitra lokal di Sulawesi Tengah membangun 60 Ruang Belajar Sementara di 19 sekolah.

Pembangunan Rumah Sementara

Bantuan lainnya adalah pendistribusian paket kebutuhan belajar untuk 12.588 siswa serta menyediakan 412 unit media belajar kreatif di 206 sekolah. Lebih jauh lagi sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada anak, WVI melatih 25.000 pelajar dan 802 guru untuk siap sedia menghadapi bencana yang mungkin terjadi serta menurunkan resiko bencana di sekolah melalui program Sekolah Aman.

Bencana terdahsyat tahun 2018 menghancurkan lebih dari 35.000 rumah sehingga lebih dari 170.000 orang harus hidup di pengungsian.  Melalui program kerja yang sudah berjalan selama satu tahun, WVI sedang membangun lebih dari 500 hunian sementara dan memperbaiki lebih dari 350 rumah yang terdampak bencana.

Pembangunan Toilet Umum Ramah Anak

WVI juga membangun 500 MCK yang ramah anak termasuk penyediaan fasilitas cuci tangan dibangun di sekolah serta tenda pengungsian. Warga juga mendapat akses air bersih lewat pendistribusian 18.767.040 liter air bersih yang tersebar di 114 titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak15 liter air/hari/keluarga.

Pendampingan Petani

WVI juga berusaha memulihkan sumber penghidupan masyarakat yang hilang akibat bencana. Dengannya diharapkan masyarakat kembali bermata pencaharian sehingga bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. WVI melakukan pendampingan kepada 200 petani di Desa Lolu melalui program  livelihood atau pemulihan mata pencaharian, termasuk program padat karya yang membersihkan dan meratakan 100 hektar lahan pertanian yang rusak. Disediakan pula bahan kebutuhan pertanian seperti bibit, pupuk dan alat pertanian.

Pendampingan Petani

Pelatihan teknis pun disampaikan tentang praktik-praktik pertanian yang baik, pelatihan literasi keuangan, serta pembangunan 50 sumur dangkal untuk sumber pengairan. Pada panen perdana pasca bencana di bulan Agustus lalu kelompok petani di Desa Lolu ini menghasilkan 13.410 kg bawang merah, 176 karung jagung manis, dan 4 kg merah cabai.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]