× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

K3 Penting Diperhatikan untuk Menghindari Kecelakaan Kerja

By Redaksi
Ir. M. Choliq, Dirut Waskita Karya. Dok. KONTAN/merlinda riska

Jakarta – Majalahcsr. Kecelakaan yang kerap terjadi pada proyek infrastruktur disebabkan karena aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terabaikan. Hal ini diakui oleh Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq.

Peningkatan nilai produksi atau nilai proyek yang dibangun Waskita Karya saat ini lebih tinggi bila dibandingkan dua atau tiga tahun yang lalu. Saat itu, nilai proyek yang diperoleh Waskita Karya dalam setahun sekitar Rp 10 triliun sampai Rp 15 triliun.

“Tapi 2017 kemarin produksinya sampai Rp 45 triliun sehingga dengan kenaikan ukuran produksi ini maka secara nalar harus diikuti manajemen K3 yang lebih canggih,” jelas Choliq saat jumpa pers di Media Center Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), seperti yang dilansir oleh Kompas.com, Rabu (28/2).

Saat ini perseroan sedang mengkaji keseimbangan antara berapa nilai produksi per tahun yang bisa dan mampu diatasi dengan jumlah tenaga kerja yang ada. Pertumbuhan nilai proyek dalam tiga tahun terakhir adalah 100 persen, namun pertumbuhan tenaga kerja yang ada hanya 20 sampai 30 persen.

Choliq juga mengakui, peningkatan nilai produksi yang berbanding terbalik dengan jumlah SDM di Waskita Karya tak terlepas dari strateginya sebagai direktur utama. Hal itu kemudian disesali Choliq mengingat imbasnya terhadap kecelakaan kerja yang kerap terjadi pada proyek Waskita Karya.

“Mohon maaf karena kecelakaan kerja paling banyak terjadi di Waskita Karya. Saya 35 tahun di finance jadi yang ada di belakang kepala saya adalah kalau mau jadi perusahaan besar maka cari proyek sebanyak-banyaknya dan sediakan uang secukupnya untuk memulai proyek. Itu membuat K3 sedikit terlupakan,” sesal Choliq.

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]