× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Jual Anak Untuk Makan

By Redaksi
sumber: hutanhujan.org

Jakarta – MajalahCSR. Masalah kekurangan ekonomi seringkali menjadi alasan seseorang untuk mencari tambahan penghasilan. Jika dirinya merasa malas, sasarannya adalah anak untuk dijadikan pendulang pundi-pundi uang.

“Bahkan aktivitas ekonomi lokal misalnya tambang membuat anak dibawah umur berkeinginan untuk bekerja  agar bisa mendapatkan uang untuk jajan,” Ujar Rahmat Sentika, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional di Jakarta (5/12).

Baru-baru ini (30/11) ada temuan kasus ekploitasi buruh anak skala besar di perkebunan sawit WIlmar Internasional Ltd dan pemasoknya di Kalimantan dan Sumatera. Seperti yang dilansir oleh www.amnesty.org, Wilmar adalah perusahaan kelapa sawit Singapura terbesar di dunia dan mengendalikan  43% perdagangan sawit dunia.

Menurut temuan Amnesty, anak-anak berusia delapan tahun melakukan pekerjaan dalam kondisi “berbahaya” di perkebunan sawit perusahaan Wilmar dan pemasoknya di Kalimantan dan Sumatera.

Meghna Abraham, Peneliti Senior di Amnesty International., prusahaan menutup mata terhadap eksploitasi pekerja dalam rantai pasokan mereka. Meskipun menjanjikan pelanggan bahwa tidak akan ada eksploitasi dalam rantai pasokan minyak sawitnya.

Merek besar terus mendapatkan keuntungan dari pelanggaran. Temuan ini akan mengejutkan setiap konsumen, karena mereka berpikir telah membeli produk yang mengklaim  menggunakan minyak sawit berkelanjutan.

Perusahaan raksasa seperti Colgate, Nestle dan Unilever meyakinkan konsumen bahwa produk mereka menggunakan ‘minyak sawit berkelanjutan. Tapi temuan Amnerty Internasional adalah ada pekerja anak dan kerja paksa dalam minyak sawit yang diproduksi. Pelanggaran yang ditemukan dalam operasi minyak sawit Wilmar menurut Amnesty Internasional tidak insidentil, tetapi sistemik yang diprediksi beginilah cara Wilmar melakukan bisnis.

 

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]