× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Jokowi : Indonesia Layak Investasi, Siapkan SDM

By Redaksi
Dok. Istimewa

Jakarta – Majalahcsr. Pemberian status layak investasi untuk pertama kalinya sejak 20 tahun menjadi bukti kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik. Pengakuan dunia internasional, misalnya peringkat kemudahan usaha di Indonesia oleh World Bank dari peringkat 106 menjadi peringkat 91, bahkan yang terbaru naik dari peringkat 18 menjadi peringkat 72 menegaskan baiknya iklim investasi di Indonesia.

“Dua tahun lalu saat saya bilang kondisi ekonomi kita pelan-pelan akan membaik banyak yang gak percaya, moga-moga sekarang percaya,” papar Presiden RI Joko Widodo pada acara Kompas 100 CEO Forum, rabu (29/11).

Presiden menuturkan saat ini potensi investasi yang menarik ada di daerah seiring dengan beberapa perkembangan yaitu mengenai infrastuktur, kedua teknologi, ketiga globalisasi. Untuk infrastruktur, Presiden Jokowi menjelaskan mengenai pembangunan bandara daerah yang potensial menumbuhkan perekonomian daerah. Sebut saja bandara Labuan Bajo yang diperbaiki sehingga bisa menampung penerbangan non-stop. Selain itu bandara yang hampir terlupakan selama puluhan tahun, menjadi bandara internasional Silangit dengan penerbangan langsung dari Singapura ke Silangit.

Kemudian dari segi teknologi, saat ini internet sudah banyak sekali masuk ke daerah pelosok. Era digital elektronik atau digital lifetyle saat ini membuat jaringan internet maupun WiFi bukan hal yang mewah. Semakin banyak pekerjaan yang tidak dilakukan di kantor, menjadikan pertumbuhan konsumsi restoran dan hotel tumbuh hingga 5,7%. Tren ketiga yang membuat bisnis daerah dan pariwisata menjadi semakin menarik adalah zonanisasi, misalnya saat seseorang melakukan swa foto (selfie) di Labuan Bajo atau Raja Ampat, maka fotonya bisa viral di seluruh dunia.

Dok. Istimewa

Namun ada beberapa pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan oleh bangsa Indonesia. Untuk menyiapkan sumber daya manusia, dalam menghadapi peluang bisnis yang besar di daerah, sistem belajar baik dari SD, SMP, SMA, SMK maupun Universitas seharusnya menghabiskan belajar 50% diluar sekolah. Jangan mengajarkan untuk menghapal saja.

Selain itu, bagi guru juga diharapkan berpikir inovatif dan kreatif, sehingga dari kalangan profesional juga diberikan kesempatan untuk mengajar dengan mengikuti ujian sertifikasi guru. Begitu pula dengan siswa yang mempunyai keahlian sebaiknya diberikan sertifikat, tidak melulu nilai diberikan dalam rapor.

“Saya sudah perintahkan kepada menteri, kurikulum harus luwes dan flesibel karena 70% yang menentukan adalah industrinya,”ujarnya.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]