× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

ITM Membantu Guru-guru Di Kalimantan Memahami Pendidikan Karakter

By Amin Trirahayu

Jakarta – Majalahcsr. Pendidikan sangat bergantung pada peran guru, disamping elemen lain seperti masyarakat dan keluarga. Tidak ada pendidikan tanpa kehadiran guru. Guru dengan kompetensi yang memadai akan secara siginifikan menjadikan siswa-siswa memiliki kepintaran intelektual sekaligus budi pekerti.  Guru juga berada pada posisi yang strategis karena ilmu yang ia ajarkan akan diserap oleh anak-anak secara berkesinambungan dari angkatan ke angkatan.

Memahami pentingnya pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat dan dasar bagi pembangunan bangsa, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) menjadikan pendidikan sebagai konsentrasi Program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak tahun 2009, ITM menginisiasi program bertajuk “ITM untuk Pendidikan,” yang didalamnya terdapat kegiatan khusus untuk para pendidik yang dinamai Cerdas Ajar, Volunteraksi untuk para sukarelawan pendidikan dan Tambang Untuk Anak yakni program pengenalan dunia tambang dan sains untuk anak-anak.

“ITM untuk Pendidikan adalah inisiatif dari PT Indo tambangraya Megah Tbk untuk membantu dunia pendidikan di Indonesia. Saat ini ITM untuk Pendidikan melakukan kegiatan dengan memfasilitasi pelatihan para guru di area lingkar tambang (operasi anak perusahaan ITM), serta  menerbitkan buku-buku yang menjelaskan dunia tambang yang bertanggungjawab,” ungkap Diana Yultiara, Corporate Communications Manager ITM.

Sejak paruh kedua tahun 2016 lalu, ITM untuk Pendidikan memulai sebuah rangkaian program baru bekerjasama dengan Indonesia Heritage Foundations (IHF), sebuah yayasan yang telah melakukan riset dan mengembangkan sebuah metode pendidikan anak yang disebut Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK). IHF merancang kurikulum pengajaran, merintis sekolah-sekolah yang menerapkan metode PHBK dan memberikan pelatihan bagi ribuan guru untuk mempraktikkan PHBK bagi siswa-siswa di seluruh Indonesia.

Karakter Guru dikembangkan dalam pelatihan guru Pendidikan Holistik berbasis Karakter di Kutai Barat, Kaltim.
Dok. ITM

Konsep PHBK disusun IHF untuk melengkapi kurikulum pendidikan dasar Indonesia dalam upaya menciptakan manusia yang berintegritas atau berkarakter baik yang berfokus pada pembentukan insan yang berpikir positif, konsisten antara pikiran, hati dan tindakan nyata. Anak juga dibimbing agar dapat mengendalikan emosi, kreatif dan berdaya pikir tinggi. Konsep ini juga mengajarkan bagaimana mengoptimalkan perkembangan otak dan kepribadian melalui kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan dan sumber daya yang ada.

Menurut Ratna Megawangi, pengagas IHF dan konseptor PHBK, metode ini berfokus pada penanaman 9 Pilar Karakter, yaitu: 1) Cinta Tuhan dan Segala CiptaanNya; 2) Kemandirian, Disiplin dan Tanggung Jawab; 3) Kejujuran, Amanah dan Berkata Bijak; 4) Hormat dan Santun; 5) Dermawan, Suka Menolong dan Kerjasama; 6) Percaya Diri, Kreatif dan Pantang Menyerah; 7) Kepemimpinan dan Keadilan; 8) Baik dan Rendah Hati; dan 9) Toleransi, Kedamaian dan Persatuan.

 

ITM Untuk Pendidikan Membawa Metode PHBK ke Kalimantan.

ITM menilai metode PHBK memiliki akar yang kuat untuk membentuk karakter anak. Hal ini dimulai dari penguatan teknik pengajaran para guru sehingga aplikasinya di sekolah menjadi lebih terarah dan terukur. Oleh karena itu dibawah bendera ITM untuk Pendidikan, ITM mengadakan pelatihan guru untuk mengenalkan metode tersebut mulai dari Kabupaten Tanah Laut yang dipusatkan di Pelaihari Kalimantan Selatan, kemudian di Kota Bontang, Tenggarong Seberang dan Kutai Barat, ketiganya di Kalimantan Timur.

Dalam rangkaian pelatihan yang juga melibatkan Community Development Officer dari anak-anak perusahaan ITM di Kalimantan, juga didukung oleh Bupati dan Walikota beserta jajarannya di masing-masing daerah. Lebih dari 500 pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) berpartisipasi dalam kegiatan ini yang diharapkan akan membawa perubahan dalam pendekatan pendidikan anak di sekolah mereka.

Para guru antusias menyimak materi training Pendidikan Holistik berbasis Karakter di Tenggarong Seberang, Kaltim.
Dok. ITM

Hal yang menarik dari metode PHBK adalah kontennya yang sesuai dengan perkembangan anak, adanya buku-buku penunjang yang telah disusun dengan lengkap dan panduan praktis serta bahan praktek berupa lagu-lagu serta beragam aktivitas dan permainan guru serta siswa. Metode ini juga sudah teruji pada sekolah-sekolah milik IHF. Materi training yang lengkap ini disampaikan dengan panduan para pengajar yang memiliki pengalaman praksis di dunia pendidikan. Hasilnya, materi yang kaya nilai dan pembelajaran ini disajikan dengan teknik transfer knowledge yang inspiratif dan menyentuh.***

 

Amin Trirahayu

Corporate Communications Department PT Indo Tambangraya Megah Tbk

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]