× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Isu HAM Berdampak Pada Bisnis yang Berkelanjutan

By Redaksi

Jakarta – MajalahCSR. Praktik good corporate governor (GCG) dalam perusahaan juga termasuk didalamnya pengolahan limbah, juga mengenai hak asasi manusia (HAM) sudah sepantasnya diterapkan oleh perusahaan. Pertanggungjawaban tersebut tidak hanya pada laporan keuangan, namun juga manajemen dan dampaknya terhadap masyarakat lokal.

Sayangnya saat ini masih banyak perusahaan yang menggembar-gemborkan tanggung jawab sosial yang telah mereka lakukan, namun dampak kepada masyarakat sekitar tidak terasa. Padahal rata-rata pihak perbankan saat ini juga melihat bagaimana kepedulian perusahaan terhadap sekitar.

“Jadi tuntutan tidak hanya terhadap stakeholder,tapi juga shareholder,” ujar ketua Indonesia Business Councill for Sustainability Development (IBCSD) Tony Wenas jum’at (21/4).

Sektor dunia usaha /swasta perlu mengambil tantangan dengan memperhatikan seluruh aspek keberlanjutan dan memastikan bahwa prinsip-prinsip keberlanjutan tidak hanya sebagai kebijakan namun dapat dijalankan pada operasional di lapangan. Pasalnya isu HAM juga berdampak pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dunia usaha. Sehingga penerapan dalam kegiatan usaha dapat menghindarkan dunia usaha dari kendala penurunan produktivitas perusahaan dan mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat.

Direktur Eksekutif IBCSD Budi Santosa mengatakan dengan menerapkan prinsip-prinsip HAM dalam perusahaan, konflik dalam perusahaan bisa di turunkan. Entah perusahaan mendapatkan kritik, syukur-syukur mendapatkan apresiasi apa yang telah dilakukan.

IBCSD  sebagai salah satu asosiasi yang peduli akan isu pembangunan berkelanjutan, juga selalu mengadakan diskusi diantara anggota guna masukan bagi para anggota itu sendiri. “Kami akan terus meningkatkan kesadaran akan HAM dalam dunia usaha melalui pratik yang baik, perluasan jejaring dan inisiatif, serta peningkatan kapasitas,” ujar ketua IBCSD Tony Wenas.

Tony juga mengingatkan, biaya yang dikeluarkan untuk sumber daya manusia dan lingkungan seharusnya dianggap sebagai investasi, karena untuk investasi yang dikeluarkan pasti akan berlanjut kedepan. Misalnya karyawan mempunyai kehidupan yang baik, sehingga bekerjanya juga baik. Bahkan bisa jadi profit bertambah dengan investasi tersebut.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]