× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Investasi Reksa dana di BukaReksa

By Redaksi
Jajaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Komisioner OJK Nurhaida, KSEI, CO-Founder dan CFO Bukalapal Fajrin Rasyid, CO-FOunder dan Chairman Bareksa Karaniya Dharmasaputra dan Presdir PT CIMB -Principal Asset Management RIdwan Soetedja saat Pembukaan perdagangan bursa (19/1).

Jakarta – MajalahCSR. Sebagai salah satu media berinvestasi, reksa dana menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investornya di Indonesia tergolong kecil, hanya sekitar 340.000, jauh ketinggalan dibandingkan negara-negara tetangga. Disisi lain, reksa dana merupakan jenis investasi yang sedang didorong pemerintah karena memiliki resiko relatif rendah.

Masih menurut data OJK, per Desember 2016 total kelolaan (asset under management, AUM) industri reksa dana di Indonesia sebesar Rp338,6 triliun. Dibandingkan dengan nilai Produk Domestik Bruto  (PDB) tahun 2015 yang sebesar Rp11.540,8 triliun, nilai tersebut hanya 2,93 persennya saja.

Dari segi jumlah, investor reksa dana di Indonesia pun relative sedikit. Per 26 Agustus 2016 jumlah investor reksa dana baru tercatat 340.869, atau hanya sekitar 0,13% dari total populasi Indonesia.

Reksa dana sebelumnya diperuntukkan bagi investor institusi, namun saat ini ada pergeseran reksa dana untuk investor retail, maka akses harus disediakan dan mudah dipahami. Komisioner OJK Nurhaida mengatakan masyarakat harus diedukasi agar memahami reksa dana.

Nurhaida pun menyambut baik pemanfaatan teknologi internet untuk meluaskan jangkauan investasi di Indonesia yaitu Bukareksa. Fitur BukaReksa sendiri merupakan hal baru dan pertama kali terjadi di industri keuangan Indonesia.

“Saat ini launching platformnya, nanti akan terus sosialisasi dan memperbanyak dengan e-commerce yang lain,” ujarnya.

Co-Founder dan Chairman Bareksa Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, BukaReksa merupakan kolaborasi dan sinergi antara perusahaan e-commerce seperti Bukalapak dengan perusahaan fintech dan financial marketplace  seperti Bareksa. “Terobosan serupa sangat berhasil di China, sinergi antara Alibaba dan Yu’e Bao,” jelasnya.

Menurutnya, inovasi ini akan mengakselerasi proses edukasi dan inklusi masyarakat Indonesia untuk mulai berinvestasi reksa dana. Sehingga dana simpanan mereka berkembang lebih baik daripada sekadar menabung di bank.

Senada dengan Karaniya, Co-Founder dan CFO Bukalapak Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa BukaReksa adalah wadah investasi bagi para pengguna Bukalapak yang kini jumlahnya lebih dari 11,2 juta. Fitur BukaReksa ini diharapkan dapat menumbuhkan minat orang Indonesia khususnya para pengguna di Bukalapak untuk berinvestasi dengan cara yang mudah, aman dan berkembang.

Syarat mudah tersebut telah diterapkan dalam BukaReksa, calon investor harus memiliki akun Bukalapak dan memiliki saldo di BukaDompet minimal Rp10 ribu. Para pengguna di Bukalapak dapat mengakses fitur BukaReksa di halaman BukaDompet atau menu MyLapak. Namun sebelum melakukan investasi, harus melakukan pengisian formulir lalu mendapatkan notifikasi bahwa pembukaan rekening reksa dana telah disetujui.

Fajrin menambahkan, fitur BukaReksa saat ini hanya dapat diakses di Bukalapak melalui desktop saja. Meskipun begitu, rekasinya cukup luar biasa. Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu terdapat lebih dari 6000 investor dan miliaran rupiah yang sudah diinvestasikan melalui fitur ini. Kedepan akses akan disempurnakan sehingga akses bisa dilakukan melalui mobile website dan aplikasi Bukalapak.

Pada periode 19 Januari hingga 19 Februari 2017 lalu, terdapat promo dimana 500 investor reksa dana yang pertama kali berinvestasi di BukaReksa dengan dana minimum Rp100 ribu akan mendapatkan tambahan 10% nilai unit reksa dana. Maksimal nilai tambahan unit reksa dana yang diberikan kepada investor sebesar Rp25 ribu berdasarkan transaksi pertama.

Presiden DIrektur PT CIMB-Principal Asset Management Ridwan Soetedja mengatakan bahwa investasi di reksa dana dapat menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan konvesional di bank. Seperti karakternya, reksa dana pasar uang menawarkan imbal hasil yang stabil meningkat tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan deposito bank. Apalagi reksa dana pasar uang yang ekslusif dijual melalui fitur BukaReksa ini minimal resiko dan cocok bagi masyarakat awam.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]