× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Innovation Room Kemnaker Bantu Kembangkan Minat Kaum Millenials.

By Redaksi
Dok. Ist

Jakarta – Majalahcsr. Berdasarkan data dari McKinsey Global Institute Report tahun 2012, di prediksi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030 menjadi 7 besar ekonomi dunia dan menghasilkan 113 pekerja berketerampilan. Sebesar 71% dari populasinya akan berkontribusi terhadap 86% GDP.

Bonus demografi ini membawa dampak yang sangat positif bagi ekonomi di Indonesia apabila dikelola dengan sangat baik. Beberapa negara telah berhasil memanfaatkan bonus demografi seperti Jepang pada tahun 1950, Korea pada tahun 1970 dan Tiongkok pada tahun 1990, termasuk juga Singapore dan Thailand telah berupaya untuk mengkonversi bonus demografi ini menjadi kontribusi pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi negaranya.

Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah kepada anak-anak muda kreatif dan inovatif, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meresmikan Innovation Room atau Ruang Inovasi yang terletak di Lantai M, Gedung Parkir Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Kamis (28/6).

Fasilitas dan berbagai program yang dirancang oleh Tim Innovation Room Kemnaker akan membantu anak-anak muda ini untuk mengembangkan bisnis digital dan proyek kreatif mereka.  Beberapa stakeholder yang terlibat didalamnya yaitu lintas kementerian, industri, komunitas dan NGO, Univeritas dan Lembaga Riset, Media, dan Lembaga Keuangan dan Investasi.

Hanif mengatakan pembangunan Innovation Room bagi angkatan kerja muda adalah cara tidak biasa yang dipilih Kemnaker untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan secara strategis, yaitu dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu juga sebagai salah satu cara menurunkan jumlah penganggur muda dan menciptakan lapangan kerja baru bagi para millenials.

“Keberadaan Innovation Room ini adalah keniscayaan karena dunia kerja saat ini membutuhkan fleksibilitas dan kecepatan tinggi, sehingga terjadi perubahan dalam etos kerja dari yang tadinya statis menjadi dinamis,“ katanya.

Dijelaskan oleh penanggung jawab Innovation Room, Anjani Amitya Kirana, visi dari ruangan ini adalah menjadi ruang kolaborasi antar stakeholder untuk mendukung angkatan kerja muda dalam berkompetisi secara global. Misi dari ruangan ini untuk memfasilitasi RnD agar dapat selalu mengupdate ekosistem ketenagakerjaan sesuai industri baru, memfasilitasi peningkatan kapasitas, memfasilitasi sertifikasi dan promosi para pekerja kreatif.

Jika ingin bergabung di tempat ini, para pelaku startup bisa datang langsung ke lokasi untuk melakukan registrasi sebagai pengguna Innovation Room. Mengingat pendaftaran via online belum bisa dilakukan karena masih dalam persiapan infrastruktur teknologi.

Saat mendaftar, para startup harus membawa proposal konkrit terkait pengembangan bisnis yang tengah mereka jalani. Nantinya, proposal itu akan diuji oleh tim dari Innovation Room. Setelah lolos dalam proses ini, barulah startup bisa mengakses Innovation Room dengan bebas.

Dengan dibantu stakeholder yang berminat untuk bekerjasama, tim innovation room akan melakukan beberapa fase yaitu talent forecasting and mapping (analisa kebutuhan skill masa depan), talent pool (mendata minat dan bakat angkatan kerja muda produktif), memfasilitasi upskill sesuai dengan analisa kebutuhan & bakat minat). Kemudian  memfasilitasi sertifikasi utamanya yang dapat diterima secara global, melakukan matchmaking dengan industri serta mempersiapakan akses keuangan & jaminan sosial pekerja yang masuk dalam kategori non formal ini.

Dari fase yang ada tersebut, Tim Innovation Room menurunkan ke dalam beberapa program yaitu R&D Lab, Start Up Business Incubator, Community Development, Certification, Labelling dan Awarding, National & International Networking & Collaboration serta Branding& Marcomm.

Dan untuk Kick Off setelah launching telah terinisiasi kerja sama aktivasi program Innovation Room dengan Bank BRI, kerjasama dengan Visio Incubator untuk inkubasi start up terfilter 10-15 start ups bisnis yang tidak hanya mengedepankan profit namun memberikan impact. Kemudian dengan CISCO untuk memberikan pelatihan bagi pekerja spesifik di bidang ICT dengan menggunakan modul yang telah di adjust sesuai kepentingan Industri.

Sedangkan Lingkaran akan mengembangkan konten-konten pelatihan bagi pekerja lepasan yang selama ini belum ada di pendidikan sekolah maupun vokasi seperti UI/UX, Social Media Marketing, Data Scientist, Digital Marketing dan lainnya, yang diharapkan dapat di fasilitasi sertifikasinya. “Kami sangat terbuka mengajak seluruh stakeholders yang ingin berkontribusi dalam mendukung movement ini,” ujarnya.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]