× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Inilah yang Perlu diketahui Pewirausaha Sosial untuk Kembangkan Bisnis

By Redaksi
DBS Social Enterprise Grant

Berdasarkan data dari Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-bangsa (UN-ESCAP), hingga akhir 2018 terdapat sekitar 340.000 wirausaha sosial di Indonesia. Berbeda dengan jenis usaha lain, wirausaha sosial membuka peluang inklusif dan kesetaraan sebagai inti bisnis bermisi sosial. Namun masih banyak tantangan yang dihadapi para pelaku wirausaha sosial ini. Mulai dari permasalahan kurangnya jejaring, sumber pendanaan, akses pengetahuan, mentorship hingga tidak adanya sebuah ekosistem wirausaha sosial yang memadai.

Bank DBS Indonesia sebagai bank yang secara aktif mendukung dan mengembangkan wirausaha sosial di Indonesia kembali membuka program Social Enterprise Grant 2019. Program ini didukung oleh DBS Foundation, yang hingga saat ini telah menjangkau lebih dari 100 wirausaha sosial di Singapura, Cina, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan. Program Social Enterprise Grant sendiri memiliki tujuan untuk mendukung wirausaha sosial dalam meningkatkan bisnis mereka melalui peningkatan kapasitas operasional, kemampuan inovasi, memperluas jangkauan geografis sehingga dapat meningkatkan dampak sosial dari bisnis yang dijalankan.

Program ini ditujukan untuk wirausaha sosial yang memiliki produk atau solusi bisnis yang telah divalidasi di pasar. Tentunya dapat dibuktikan dengan perolehan pendapatan dan/atau daya tarik akuisisi oleh klien dengan rencana yang jelas untuk meningkatkan bisnis. Selain itu, wirausaha sosial tersebut juga berkomitmen pada misi sosial dan memiliki roadmap yang jelas untuk dapat mencapai peningkatan dampak sosial.

Bantuan dana hibah sebesar 50.000 – 250.000 dolar Singapura akan diberikan kepada wirausaha sosial terpilih dengan ketentuan harus terdaftar di negara beroperasi dan tidak memiliki agenda atau afiliasi keagamaan ataupun politik. DBS Foundation juga tidak mendanai kegiatan individu, amal, penggalangan dana umum atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pendaftaran dibuka hingga 31 Juli 2019, pukul 23:59 waktu Singapura (GMT+8) dan akan melalui proses evaluasi mulai Agustus hingga September 2019. Pendaftaran yang lewat dari waktu yang telah ditentukan akan dievaluasi pada penyelenggaran tahun berikutnya. Nah, untuk mengetahui apa saja yang menjadi kriteria penilaian program Social Enterprise Grant oleh DBS Foundation, dijelaskan di bawah ini:

● Inovasi Penilaian dilihat dari sejauh mana solusi yang diberikan wirausaha sosial terhadap permasalahan sosial yang ada saat ini melalui inovasi dan peningkatan bisnis yang berkelanjutan.

● Dampak sosial kejelasan masalah sosial apa yang ingin dipecahkan, stakeholders dan siapa saja yang menjadi target sasaran dari usaha yang dijalankan, serta bukti nyata dampak yang dihasilkan.

● Kelayakan bisnis Kriteria ini meliputi adanya permintaan kebutuhan pada pasar akan layanan atau produk wirausaha sosial, kekuatan strategi dalam memperoleh pelanggan dan model pendapatan bisnis, serta rekam jejak keuangan yang jelas dan proyeksi yang realistis.

● Skalabilitas dampak bisnis dan sosial Skalabilitas ini dinilai melalui kemampuan operasional untuk mengimplementasikan rencana peningkatan bisnis selama 24 bulan ke depan serta bagaimana kelayakan rencana peningkatan tersebut berdasarkan pendorong utama pertumbuhan.

● Kekuatan tim Terdapat dua hal yang dinilai dalam kriteria ini yaitu visi dan komitmen pendiri untuk mencapai dampak sosial serta pengalaman dan kemampuan manajemen tim dalam mencapai target pertumbuhan.

Sementara Executive Director, Head of Marketing Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan, “Bank DBS meyakini bahwa wirausaha sosial memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan inklusi sosial. Sebab itu, melalui program Social Enterprise Grant ini kami ingin menemukan wirausaha sosial baru yang pengembangannya perlu didukung sehingga masyarakat luas dapat merasakan dampak sosial dari bisnis yang dijalankan. Program ini tidak hanya memberikan dana hibah tetapi juga menyediakan program inkubasi pengembangan kapasitas, pendampingan sesuai permintaan, dan akses ke jaringan lebih luas.”

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]