× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Inilah Bus Ramah Lingkungan yang Didesain untuk “Social Distancing”

By Redaksi
Arrival Bus, Bus Listrik yang Mendukung "Social Distancing". Foto : Inhabitat

MajalahCSR.id – Ada pemandangan berbeda buat siapapun yang bertransportasi masal di masa “new normal”. Yang paling kentara adalah pengaturan ruang penumpang. Bila sebelumnya kursi penumpang atau ruang berdiri penumpang leluasa diberikan, kini tak berlaku lagi. Demi mencegah penularan corona, ada sekat atau ruang yang ditentukan sehingga penumpang tak lagi bisa berdekatan.

Panel Display di Interior Bus yang Bisa Djadikan Acuan untuk Penumpang untuk Memberhentikan Bus Lewat Aplikasi Smartphone. Foto : Inhabitat

Arrival, perusahaan startup asal Inggris, akan meluncurkan Arrival Bus. Kendaraan publik yang selain berpenampilan ciamik juga ramah lingkungan. Jadi, selain bertujuan mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi publik alih-alih pribadi, bus tersebut juga didesain untuk mendukung ketentuan jaga jarak di masa pandemi.  

Dibekali teknologi dan fleksibilitas yang bisa digunakan di negara mana pun, interior bus listrik ini dilengkapi layar digital. Fungsinya untuk mengidentifikasi dan fleksibilitas kursi penumpang yang disesuaikan dengan kebijakan jaga jarak. Menurut inhabitat, desain bus yang ramping memudahkan pemasangan pembatas antar penumpang yang terbuat dari plexiglass dan perintah berhenti tanpa sentuh yang bisa dilakukan lewat aplikasi ponsel pintar.

Kursi Penumpang yang Pengunaannya Dapat Disesuaikan Demi Menjaga Jarak. Foto : Inhabitat

Didirikan pada 2015, Arrival adalah kampiun di bidang produksi kendaraan elektrik komersil yang bertujuan membantu kota-kota di Inggris memenuhi target nol emisi dalam standar global. Selain mendesain bus listrik masa depan, Arrival juga mengenalkan kendaraan niaga listrik. Meskipun bus listrik tersebut belum terlihat di jalanan, namun startup ini sudah mendirikan 1.000 pabrik kecil berjejak karbon rendah di seluruh dunia pada 2026, untuk memenuhi kebutuhan global.    

“Kami sangat senang mengenalkan Arrival Bus ke pasar global, da membawa penumpangnya menuju pengalaman baru yang menyenangkan,” kata Ben Jardine, Kepala Produksi Arrival Bus. “Bekerja sama dengan partner bisnis  untuk mengembangkan ekosistem kendaraan ini, kami mendukung transportasi publik yang mengedepankan dampak karbon yang netral,”cetusnya.

Kursi Penumpang yang Disekat dan Dalam Kondisi Normal. Foto : Inhabitat

Selain memproduksi bus listrik, Arrival juga berencana membuat ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, mulai dari mobil kecil untuk berbagi, taksi, mobil robot pengantar barang, dan infrastruktur stasiun pengisian listrik.

Arrival berharap Arrival Bus akan mulai diujicoba pada beberapa bulan ke depan. Kendaraan listrik ini akan dirakit di Microfactories memakai konstruksi modular untuk fleksibilitas. Penggunaan rangka alumunium yang terintegrasi dengan bagian mekanis lain, turut mengefisienkan lini produksi. Sementara, desain interior yang minimalis juga menjadikan bus lebih mudah dibersihkan. Belum didapat informasi berapa harga bus keren ini.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]