× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ini Dia Tisu Toilet Kontroversial dari Serat Ganja!

By Redaksi
Ilustrasi Tisu Toilet dari Serat Ganja. Foto : RXleaf

MajalahCSR.id – Di tengah pro kontra soal pelegalan ganja yang terbatas sebagai terapi medis, tanaman kontroversial ini ternyata punya manfaat lain. Bahkan dicap sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan karena tak butuh pupuk dan pestisida dalam merawatnya. Tanaman ganja bisa dipanen dalam 70 hari dan hanya butuh sedikit air untuk tumbuh, dan punya kekuatan untuk menyeimbangkan nutrisi tanah. Serat ganja ternyata sangat sempurna untuk dijadikan tisu toilet.

Tanaman ramah lingkungan ini memiliki serat tanpa bau dan tahan dari kapang dan jenis jamur lain. Bahkan dikenal punya kandungan anti bakteri dan jamur yang aman untuk kulit. Tisu toilet dari serat tanaman ganja ini bahkan disebut sangat lembut, durabel, dengan kemampuan menyerap hingga 4 kali dari berat jenisnya.  

Agar bisa lebih dipahami, ini sejumlah alasan mengapa daun kontroversial ini bagus untuk tisu toilet:

  • Lebih murah ongkos produksi dibanding kertas tisu umumnya karena lebih sedikit butuh energi dan zat kimia dalam proses pembuatan. Kertas tisu membutuhkan zat kimia yang banyak untuk memisahkan serat dari pohon namun ini tidak terjadi pada tisu yang terbuat dari serat ganja. Kertas toilet membutuhkan selulosa sebagai bahan baku dimana pohon untuk tisu toilet memiliki 30% kandungan selulosa sementara ganja 85% bagiannya adalah selulosa!
  • Kertas toilet dari serat ganja bisa lebih mudah terurai di alam dibanding kertas tisu pada umumnya.
  • Tidak menimbulkan kerusakkan hutan karena deforestasi. Hal ini disebabkan butuh waktu bertahun-tahun untuk pohon agar matang ukurannya dan layak panen untuk proses bubur kertas. Akibatnya untuk menunggu pohon yang ditanam layak panen, petani menebang pohon lain. Tanaman ganja lebih cepat tumbuh guna menggantikan yang terpakai. Hanya butuh 70 hari buat tanaman ganja untuk siap panen dan dijadikan bahan tisu toilet.
  • Menghasilkan 4 kali lipat serat selulosa untuk kertas toilet per akre dibanding pohon.
  • Sepuluh ton tanaman bisa tumbuh dalam satu akre atau 0,4 hektar yang menjadikannya dijuluki biomass terbaik di dunia.

Saat ini, 35% pohon ditebang untuk kebutuhan kertas. Mengutip intelligentliving, seperempat limbah padat di tempat pembuangan sampah berasal dari pabrik pulp dan kertas. Di Amerika Serikat, tiap orang rerata menggunakan 50 pon atau 25 kg tisu toilet per tahun. Kondisi ini mendorong produksi pulp dan kertas bertanggung jawab atas terjadinya 20% udara tercemar limbah. Untuk membuat satu ton kertas dibutuhkan 20.000 galon atau 76.000 liter air. Sehingga sangat rakus sumber air.

Hal ini menjadi masuk akal bila para pegiat lingkungan menyarankan penggunaan tanaman ganja sebagai bahan alternatif. Menggunakan tisu toilet dari tanaman ini bisa menyelamatkan jutaan pohon sehingga membantu menyelamatkan bumi. Kadangkala membantu bumi cukup mudah dengan hanya memilih tisu toilet yang tepat. Tentunya penggunaannya harus tetap di bawah pengawasan agar terhindar dari penyalahgunaan.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]