× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Ini Alasan Kendaran Listrik Lebih Hemat dari Kendaraan Konvensional

By Redaksi
Mobil Berbahan Bakar Listrik (Electric Vehicle). Foto : www.hurriyetdailynews.com

MajalahCSR.id – Biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan listrik ternyata 40% lebih murah dari kendaraan minyak fosil. Fakta ini merupakan hasil riset dari Departemen Energi Efisiensi dan Terbarukan di AS. Biaya pemeliharaan juga terbukti lebih hemat dari kendaraan jenis hibrid.  

Pemerintah AS memang mengoperasikan armada kendaraan listrik terbesar di dunia, memberikannya banyak data seputar biaya pemeliharaan dan bahan bakar. Riset ini mengungkapkan, rendahnya biaya kendaraan listrik karena jumlah suku cadang mesinnya lebih sedikit dibandingkan yang berbahan bakar minyak bumi.  

Melansir Clean Technica, studi ini mengamati 4 jenis kendaraan dengan membandingkan biaya masing-masing kendaraan. Merujuk pada hasil pengamatan, biaya servis perawatan untuk kendaraan listrik non niaga, adalah US$ 0,061 per mil (lebih kurang 1,6 km) sementara kendaraan biasa adalah US$ 0,101 untuk jarak yang sama. Opsi perbandingan kendaraan lain adalah jenis hibrid yang berbahan bakar campuran antara listrik dan BBM. Biaya perawatannya adalah US$ 0,090 hingga US$ 0,094, masih lebih murah daripada kendaraan besin/solar

“Perkiraan biaya perawatan untuk mobil listrik adalah 6,1 sen per mil, sementara konvensional 10,1 sen per mil. Kendaraan listrik tak membutuhkan oli, sabuk penggerak mesin, sensor oksigen, busi dan lainnya, di mana biaya perawatan umumnya disebabkan hal-hal itu,” tulis riset tersebut. Meskipun secara jarak per mil terlihat kecil, namun jika diakumulasikan bisa menghemat hingga total jutaan dolar per tahun.  

Untuk jangka panjang, kendaraan listrik memang lebih hemat di perawatan dan operasional. Sebagai perbandingan, terdapat lebih kurang 10.000 suku cadang dalam mesin kendaraan konvensional. Bandingkan dengan kendaraan listrik yang kurang dari 10 suku cadang. Tak heran, ongkos perawatan mesin bensin/solar menjadi lebih mahal mengingat kompleksnya potongan bagian mesin di dalam.

.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]