× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Industri Kopi Global Bakal Mengurangi 1,5 gigaton Emisi CO2 pada 2050

By Redaksi
Ilustrasi Biji Kopi dan Secangkir Minuman Kopi. Foto : Shutterstock

MajalahCSR.id – Koalisi global dari lebih 150 produsen, pengusaha, produsen pemanggang, dan retailer kopi terkemuka di dunia berupaya bersama untuk mengurangi dampak emisi CO2, setidaknya di angka 1,5 gigaton di pertengahan abad ini. Langkah ini disebut turut memperkuat peran petani kecil serta mengembalikan fungsi hutan tropis.  

The Sustainable Coffee Challenge atau program tantangan kopi berkelanjutan diluncurkan oleh Conservation International dan Starbucks 5 tahun silam. Turut bergabung dalam program tersebut, Walmart, McDonalds, Nescafe, Nespresso dan Aldi South Group. Pada bulan lalu (Desember 2020), mereka berkomitmen untuk melindungi 485,6 hektar lahan dalam kurun 5 tahun ke depan, untuk mengatasi dampak 100 juta ton emisi karbon dioksida.

Konsorsium yang beranggotakan 150 perusahaan di 35 negara juga melakukan bantuan kemudahan investasi pada petani kecil kopi yang berniat memaksimalkan potensi lahan garapannya. Hal ini dimaksudkan agar hasil panen kopi lebih maksimal tanpa perlu memperluas alih fungsi lahan.

Kopi membutuhkan sumberdaya besar untuk diolah dan lokasi perkebunan kopi umumnya di wilayah tropis dan subtropis. Lokasi tersebut sejatinya merupakan kawasan hutan penetral emisi karbon juga tempat bernaung ekosistem dan habitat keragaman hayati. Di sisi lain, produksi kopi diperkirakan meningkat 2 kali lipat pada 2050 guna memenuhi kebutuhan global.

Riset yang diinisiasi program Sustainable Coffee Challenge sudah mengingatkan agar para produsen mengoptimalisasi atau mengintensifkan panen kopinya pada lahan garapan dan memastikan tidak memperluas lahan dengan cara merusak hutan karbon. Sektor komoditas kopi punya pilihan dampak, menjadi salah satu pencetus krisis iklim (yang merugikan semua pihak), atau menjadi agen solusi terhadap persoalan iklim.

Bambi Semroc, wakil pimpinan strategi dan pasar berkelanjutan di Conservation International yang mendukung inisiatif Sustainable Coffee Challenge mengatakan, para anggota program tersebut punya peran untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dalam upaya memperluas sektor komoditas kopi.

“Dengan jumlah anggota lebih dari 150 perusahaan lintas sektor industri kopi, Sustainable Coffee Challenge menghadirkan kerja sama yang unik dalam mewujudkan potensi kopi sebagai pemberi nafkah kehidupan bagi jutaan orang, sekaligus membantu mencegah perubahan iklim agar berdampak pada miliaran konsumen kopi terkait masa depan berkelanjutan,” cetus Samroc.

Pada pertemuan daring, Desember 2020 kemarin, anggota Sustainable Coffee Challenge menyetujui program dan tujuan baru dari inisiatif keberlanjutan. Termasuk kepastian sedikitnya setengah dari volume pembelian kopi global berasal dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan secara ekosistem dan ‘sustainably’.

Keputusan lainnya adalah dukungan terhadap kesejahteraan dan upah pekerja industri kopi setidaknya memenuhi 80 persen standar upah perusahaan kopi dunia merujuk pada 49 negara yang tergabung dalam organisasi kopi internasional.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]