× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Indonesia Bergegas Pakai Energi Bersih

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Sejauh mana Indonesia ingin bertranformasi menjadi Negara yang menggunakan energi bersih? Jawabannya adalah sangat ingin. Berbagai upaya pemerintah dijalankan agar semua pihak bisa menggunakan energi bersih.

Jika pihak banyak pihak termasuk swasta berupaya melistriki daerah tertinggal dengan berbagai pembangkit yang ramah lingkungan, pemerintah pun mendorong warganya untuk secara mandiri mencari energi dari surya.

Seiring dengan cita-cita tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) mengenai Panel Surya Atap (solar rooftop) seperti yang disampaikan melalui situs Kementerian ESDM Rabu (1/08).

Menurut keterangan Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana Rapermen ESDM ini akan segera ditandatangani oleh Menteri ESDM Ignatius Jonan dan memuat sejumlah aturan penting.

Diantaranya adalah golongan pelanggan PLN yang diperbolehkan menggunakan panel surya atap adalah golongan rumah tangga, lembaga pemerintah dan lembaga sosial, sedangkan golongan industri tidak diperbolehkan. Kedua, kapasitas yang dihasilkan dari panel surya atap tidak lebih dari 90% daya listrik yang mengalir dari PLN. Terakhir, perhitungan jumlah transaksi listrik yang dijual ke pembangkit PLN mengacu kepada Tarif Dasar Listrik dan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Nasional.

Upaya pemerintah untuk menyiapkan Rapermen listrik surya atap ini dihargai oleh Institute for Essential Services Reform (IESR). Namun IESR menilai, pemerintah seharusnya juga lebih menghargai inisiatif yang tumbuh di masyarakat untuk menggunakan listrik surya atap, sebagai sumber energi yang bersih, mandiri dan tanpa dukungan pendanaan dari pemerintah.

Namun Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menilai sejumlah aturan dalam Rapermen Listrik Surya Atap tampaknya belum mencerminkan semangat untuk percepatan (akselerasi) pencapaian target bauran energi terbarukan sebesar 45 Gigawatt (GW) di tahun 2025. Dimana 6,5 GW diantaranya berasal dari kapasitas listrik surya atap seperti yang diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Keywords: , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]