× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Indonesia Akan Kembalikan Sampah Ilegal ke Negara Asal

By Redaksi
Sampah Impor - Greeners

Sebanyak 38 kontainer ilegal ditemukan dalam kondisi terkontaminasi limbah B3. Rencananya, ke-38 kontainer tersebut akan dikembalikan ke negara asalnya, yakni Perancis, Hongkong, Amerika, dan Australia. Selain kontainer yang terkontaminasi limbah B3, ditemukan pula 11 kontainer terkontaminasi sampah rumah tangga dari Amerika dan Australia.

Kepala Subdit Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Deni Surjantoro mengatakan, sebanyak 65 kontainer limbah plastik datang secara bersamaan pada 10 juni 2019 di Pelabuhan Tanjung Perak. “Jadi sudah hampir sebulan dan kami masih memproses untuk reekspor ini. Dari 65 kontainer hanya 16 kontainer yang bersih yakni berasal dari Jepang, Belanda, Perancis, dan Jerman,” ujar Deni seperti dikutip Greeners, Senin (08/07/2019).

Sementara itu Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan siap mengembalikan 49 kontainer sampah ilegal tersebut. Ia mengakui adanya izin import sampah plastik namun bukan terkontaminasi. “Mereka ini izinnya sampah plastik tapi kontaminasinya ada limbah B3 dan sampah rumah tangga. Kontaminasinya sekitar 10%. Jadi dari 49 itu hanya 16 kontainer yang bersih artinya tidak tercampur limbah B3 dan sampah rumah tangga,” ungkap Vivien.

Menurut Vivien, pihaknya siap untuk melakukan pengembalian setelah pemeriksaan dan rekomendasi dari KLHK. Prosesnya sendiri akan dilakukan oleh Bea Cukai. “Yang jelas Bea Cukai akan re-ekspor apabila rekomendasi dari KLHK ada. Artinya, kami sudah memberikan rekomendasinya nanti bea cukai yang memproses,” ujarnya.

Proses pengembaliannya sendiri butuh waktu. Menurut Deni, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/2011, proses re-ekspor harus dilaksanakan paling lama 90 hari semenjak barang datang ke Indonesia. “Saat ini masih menunggu karena ada proses administrasi dan dokumentasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Diprosesnya di bea cukai Batam,” ungkapnya.

Deni menambahkan, masih ada 66 kontainer yang sedang menunggu re-ekspor dan ditangani di Pelabuhan Tanjung Perak. Di antaranya, 8 kontainer berasal dari Australia, 20 kontainer berasal dari German, dan ada 38 kontainer yang berasal dari Amerika yang masih dalam proses pemeriksaan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]