× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ilmuwan Temukan Mikroplastik dalam Organ Tubuh Manusia

By Redaksi
Ilustrasi Plastik dalam Tubuh Manusia. Foto : Pixabay/Luana Steffen

MajalahCR.id – Menurut National Geographic, rata-rata manusia diperkirakan menelan 39 ribu hingga 52 ribu partikel mikroplastik per tahun. Bagaimana nano dan miroplastik bisa masuk ke saluran pencernaan? Partikel plastik ternyata ditemukan dalam produk yang kita konsumsi, mulai dari garam, gula, minuman alkohol, madu, dan makanan laut.

Fakta ini mendorong para ahli di Arizona State University untuk menganalisisnya lebih dalam. Menurut mereka nano dan mikro plastik ini tertanam dalam organ dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan gangguan.

Dua orang peneliti yaitu Varun Kelkar dan Charles Rolsky mengamati sekiranya partikel plastik tersebut bisa terakumulasi dalam organ tubuh. Eksperimen dilakukan dengan memakai sampel dari organ tubuh dan selaput otak pendonor. Sebagai langkah awal, hati, paru-paru, limpa, lemak, dan selaput ginjal diperiksa untuk memastikan perbedaan kondisi dan fungsi bila ditemukan mikroplastik.

Setelah terkumpul 47 sampel, hati dan lemak lalu dianalisis melalui spektometri. Mereka menemukan keberadaan mikroplastik dalam seluruh sampel. Setelah itu, periset mencocokkan jenis plastik yang ada mulai polyethylene, polyethylene terephthalate, dan polycarbonate. Namun kebanyakan mikroplastik yang ditemukan berasal dari wadah makanan yang disebut Bisphenol-A.

Rolf Halden, ahli di laboratorium yang menguji sampel menerangkan, “Selaput organ dari para donor menunjukkan gaya hidup mereka, cara diet, dan paparan dalam pekerjaan. Karena pedonor punya latar belakang yang jelas, studi kami mengungkap sumber pemicu paparan nano dan mikroplastik tersebut.”

Terkait paparan plastik terhadap tubuh manusia, para ilmuwan mengaku belum menemukan potensi dampak secara khusus. Namun, studi sebelumnya pada hewan disebutkan memicu infertilitas, peradangan, kanker, sesak napas dan kematian.

Mikroplastik adalah partikel plastik dengan ukuran kurang dari 5 milimeter, sementara nano plastik jauh lebih kecil, hanya berdiameter 0,001 milimeter. “Kami melihat plastik tak lagi sebagai elemen yang menguntungkan tapi justru ancaman,” tegas Charles Rolsky. Para ilmuwan di Arizona State University selanjutnya berencana meneliti studi epidemi yang khusus mengevaluasi bahaya mikroplastik dalam tubuh manusia.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]