× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ilmuwan Sebut Ada Selaput Mata Manusia yang Tahan Virus COVID-19

By Redaksi
Ilustrasi Mata Manusia. Foto : Pexels/Jan Krnc

MajalahCSR.id – Masih merebaknya penularan virus Corona yang mematikan di seluruh dunia, membuat banyak dari kita bertanya-tanya. Bagaimana sebenarnya penularan virus tersebut? Bagaimana kita melindungi diri kita dari serangan virus ini? Faktanya, para ilmuwan masih belum selesai mempelajari virus ini secara tuntas. Kita mungkin sudah tahu sudah ada sejumlah informasi resmi terkait penyebaran virus yang disebut dari percikkan mikro cairan dari mulut atau hidung penderita lalu tertelan orang-orang di sekitarnya.

Namun, lantas ada fakta lain bahwa penularan bisa pula terjadi akibat menyentuh benda terkontaminasi percikkan penderita lalu kita menyentuh mulut, hidung atau mata. Meskipun masih banyak pertanyaan yang lebih spesifik, bagaimana detailnya itu terjadi sehingga dikatakan masuk akal dari sisi biologis.

Faktanya kini ada hasil studi terbaru yang cukup fenomenal dan mungkin “anti mainstream”. Para peneliti di Universitas Washington, St. Louis, Amerika menyingkap adanya sejumlah mata yang punya kemampuan menangkis penularan virus ini. Kornea mata, atau bagian mata yang transparan dan menyelimuti iris dan pupil mata, ternyata bagi sebagian orang tak bisa ditembus oleh virus COVID-19.

Penelitian ini, seperti yang ditulis Peter Dockrill dan dilansir dari sciencealert.com, mengambil sampel dari 25 orang yang mendonorkan selaput korneanya. Selain itu, peneliti juga mengambil sampel dari kornea tikus. Keseluruhan sampel kornea dipapari oleh tiga jenis virus: SARS CoV-2 atau COVID 19 (corona), virus zika, dan virus herpes simplex 1 (HSV-1, virus penyebab luka disertai demam). Pada kasus kornea mata manusia, ternyata virus zika dan herpes bisa menembus dan mereplikasi dirinya dalam membran kornea mata. Bagaimana dengan virus COVID-19? Tak menunjukkan reaksi apapun.  

Meski begitu hasil studi ini belum disebut kebenaran yang mutlak. “Penemuan ini tidak bisa membuktikan semua kornea mata manusia bisa tahan serangan virus corona,” tegas ahli biologi molekuler dan juga salah satu penggagas kajian, Jonathan J. Miner.  

“Namun, setiap sampel kornea yang kami tes, kebal terhadap virus corona. Masih dimungkinkan jika sejumlah orang memiliki kornea yang mendukung virus berkembang, meski begitu tak satu pun kornea yang kami teliti itu bisa terpapar SARS-CoV-2,” lanjut Miner.

Meski begitu, ilmuwan menghimbau untuk tetap melindungi mata saat berada di tempat umum. Para ilmuwan memperkirakan, sebuah molekul potensial yang menghambat pertumbuhan virus di mata yang disebut interferon lambda adalah alasan di balik semua ini, termasuk memblokade asuknya virus COVID19.

“Tetap saja kita harus berupaya mencegah mata dari paparan virus,” saran Miner.  Menurutnya temuan yang “kontroversial” ini hanya langkah awal dan perlu ditindaklanjuti secara lebih mendalam.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]