× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ilmuwan Mengindentifikasi 69 Obat untuk Virus Corona

By Redaksi
Seorang Pekerja Mengecek Produksi Obat Chloroquine Phosphate di China, Bulan Lalu. Foto : FeatureChina via Associated Press

Lebih dari dua lusin obat sedang berada dalam penelitian pihak berwenang. Termasuk di dalam daftar obat yang diteliti adalah chloroquine, obat yang selama ini digunakan untuk malaria.

Nyaris 70 macam obat berikut senyawa eksperimen diteliti untuk dikembangkan untuk melawan virus corona.

Beberapa jenis obat sudah pernah dipakai untuk melawan penyakit lain. Obat-obatan ini menurut para ilmuwan kembali diujicobakan pada wabah yang disebabkan virus corona. Cara ini disebut lebih mudah dibanding mencari obat atau terapi baru dari awal.  

Seperti yang dilansir dari The New York Times, daftar dari obat-obatan yang diujicoba dipublikasikan di laman bioRxiv. Sementara, ilmuwan sendiri sudah memasukan laporan terkait hal ini untuk jurnal publikasi.  

Untuk kasus ini, ratusan ilmuwan medis mulai melakukan studi luar biasa terhadap gen virus corona yang juga disebut SARS-CoV-2. Untuk menginfeksi paru-paru inangnya, virus corona harus menyuntikkan gen-nya, sehingga bisa menguasai mekanisme gen dari paru-paru pasien. Setelah itu, sel yang telah terkontaminasi mulai memproduksi protein, yang digunakan untuk memproduksi jutaan virus baru.  

Protein ini lantas harus mampu menautkan diri ke protein manusia agar bisa bekerja dan berproduksi. Dalam studi terbaru, ilmuwan menginvestigasi 26 dari 29 variasi gen virus corona yang berperan dalam produksi protein virus. Para ahli menemukan bukti, 332 protein manusia dalam ancaman virus corona.  

Beberapa protein virus awalnya hanya mengincar satu protein manusia. Sementara protein virus lain pada perkembangan selanjutnya mengincar dan mengancam protein manusia.

Para Ilmuwan mencari obat yang juga bisa mengaitkan diri pada protein manusia yang menjadi pintu masuk dan mereplikasi (secar illegal) virus yang berkembang. Para peneliti juga mencari obat yang bisa menautkan diri ke dalam protein manusia yang menjadi pintu masuk virus dan mereplikasi sel manusia.

Sejauh ini tim ilmuwan sudah meneliti 24 jenis obat  di bawah pengawasan Food and Drug Adminstration (Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika). Obat-obatan itu sebelumnya dipakai untuk mengobati kanker, penyakit Parkinson, dan hipertensi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]