× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Humanity Food Truck Sampaikan Amanah di Kampung Akuarium

By Redaksi
Antrian warga di ACT - Humanity Foodtruck. Dok : ACT

Jakarta – Majalahcsr. Warga kampung akuarium, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dikunjungi oleh Humanity Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada minggu (28/5). ACT memang membagikan hingga 1000 porsi makanan berbuka bagi mereka yang berpuasa.

Sebagian kampung Akuarium masih tertutup puing-puing bangunan. Bangunan permanen yang pernah ada, saat ini digantikan oleh bedeng-bedeng beralaskan seng dan terpal.

Warga kampung akuarium tampak melihat-lihat truk besar berbalut warna oranye dan hijau. Beberapa warga misalnya Sulastri (46), salah satu warga Kampung Akuarium, sengaja tidak memasak besar hari itu, hanya sayur bening dan kolak kolang-kaling dan pacar cina, untuk takjil.

“Bulan puasa makanannya biasa aja, tidak ada yang spesial. Maklum, suami cuma kerja jadi ojek sepeda onthel. Alhamdulillah banget ada acara bagi-bagi makanan berbuka ini, saya bisa hemat” ungkap Sulastri.

Menjelang maghrib, Humanity Food Truck rampung mendistribusikan 500 paket berbuka untuk 169 KK atau 679 warga Kampung Akuarium.

Selain Sulastri, Asfiah (74) juga mendapatkan makanan dari ACT. Sehari-hari, lansia yang tinggal berdua dengan anaknya ini memang jarang memasak karena hanya tinggal berdua dengan anaknya, Asep (35). Apalagi saat dirinya tahu akan ada Humanity Food Truck.

“Saya dapat nasi hangat, tumis buncis, semur ayam, sambal, dan kerupuk,” ujarnya.

Sebelumnya, ia bersama sahabatnya Irah (70), biasa mengupas kulit udang di pelelangan ikan tak jauh dari kontrakannya. Per hari, mereka bisa mengupas 3 hingga 6 kg udang dengan upah Rp 3000 per kg nya. Namun saat ini mereka sudah tidak bekerja lagi karena lokasi sudah dibongkar.

Untuk memenuhi kebutuhan harian, Asfiah mengaku biasa menggunakan uang pemberian orang. Penghasilan anaknya yang bekerja sebagai buruh pengupas kelapa kurang mencukupi kebutuhan harian mereka.

Asfiah tumbuh di Kampung Akuarium, begitu pula dengan keluarganya yang telah tinggal di sekitar Pasar Ikan sejak ia berusia 5 tahun atau sekitar tahun 1948. Orang tuanya merupakan penyapu jalanan di sekitar Pasar Ikan, sementara ia biasa memungut ikan di daerah pelelangan.

Hingga 1960-an, Kampung Akuarium masih merupakan kawasan laboratorium penelitian hewan-hewan laut. Hal ini juga disebutkan dalam buku Kotapradja Djakarta-Raja: Tujuh Tahun Kotapradja, terbitan tahun 1952. Laboratorium tersebut memiliki akuarium kaca berukuran besar yang berisi berbagai jenis hewan laut. Dari sini lah, istilah “akuarium” diambil untuk dijadikan nama kampung ketika pendatang mulai mendiami kawasan tersebut di awal 1970-an.

Humanity Food Truck merupakan jembatan kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap untuk menyampaikan amanah kepedulian bagi jutaan saudara yang membutuhkan. Selama Ramadhan, Humanity Food Truck ACT akan membagikan hingga 1000 porsi makanan berbuka bagi mereka yang berpuasa.

 

Redaksi

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]