× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Hindari Virus Corona, Starbucks Sementara Berlakukan Cup Sekali Pakai

By Redaksi
Ilustrasi Cup Starbukcs. Foto : Istimewa

Virus Corona atau COVID-19 sudah menjadi “common enemy” semua pihak. Menghadapi ancaman ini, kedai kopi populer Starbuck turut memberikan kepeduliannya. Jaringan kedai kopi global ini memutuskan untuk sementara waktu tidak memakai sistem refill bagi pelanggannya.

Dilansr dari inhabitat.com, Keputusan ini diambil mengingat ada lebih dari 30.000 jaringan kedainya dimana-mana dan tempat berkumpulnya para penikmat kopi. Salah satu cara untuk menghindari kontak berlebihan, Starbucks kembali menggunakan cup sekali pakai.

“Kami sangat optimis bahwa situasi ini hanya sementara saja,” ujar Rossann Williams, Direktur Operasional Bisnis Starbucks di Amerika Utara dan Kanada dalam keterangan resminya di laman website perusahaan.   

Pada 1985, Starbucks mulai memberikan diskon harga bagi pelanggan yang membawa cup kopinya sendiri. Lalu di 2008, aturan ini menjadi program resmi di perusahaan. Awalnya Starbucks punya program (“for here”cups) untuk menjadikan 25% dari total kopi dinikmati di kedai pada 2015. Artinya dengan menggunakan cup yang sekali pakai. Namun, program ini gagal, lalu mengubah strateginya dengan lebih memprioritaskan pelanggan yang memakai tumbler dengan iming-iming 10% potongan harga.

Strategi antisipasi lainnya, termasuk meningkatkan kebersihan lingkungan kedai, melarang perjalanan bisnis domestik dan internasional bagi staff dengan pesawat hingga 31 Maret. Rapat yang dilakukan para direksi atau staff pun memanfaatkan tele konferensi. Starbucks pun membekali karyawan kedai untuk mengantisipasi tertularnya virus.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk bersikap secara bertanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan keselamatan partner dan pelanggan kami,” pungkas Williams.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]