× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Helm Berpotensi Tulari COVID-19, GARDA Minta Gojek dan Grab Keluarkan Protokol Resmi

By Redaksi
Ilustrasi Ojek Online. Foto : Istimewa/ id.techinasia.com

Menurut WHO, virus Corona atau COVID-19 menyebar melalui percikkan dari hidung atau mulut penderita saat bersin atau batuk. Percikkan yang menempel di permukaan benda bisa menulari orang sehat bila tersentuh tangan kemudian menyentuh mata, hidung dan mulut. Selain itu, bila ada percikkan yang terhirup hidung, bisa juga berpotensi menulari.

Menyikapi hal ini, Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) secara resmi meminta kepada aplikator transportasi, Gojek dan Grab untuk menyiapkan protocol keselamatan berkendara mitra online. Hal ini disebabkan, perlengkapan seperti helm, disebut benda yang berpotensi menularkan COVID-19.

“Kami akan sampaikan kepada aplikator perihal membuat protokol kesehatan standar mereka,” tegas Ketua Presidium Garda Igun Wicaksono, seperti yang dilansir dari katadata.com, Senin (16/3/2020).

GARDA sebagai asosiasi ojek online (ojol) juga sudah mengeluarkan protokol keselamatan bagi ojol. Masker kesehatan, helm SNI berpenutup wajah, hand sanitizer, sarung tangan bersih, penutup leher, sepatu dan kaos kaki. Selain itu, GARDA pun menghimbau agar pengemudi selalu menjaga kebersihan, membasuh perlengkapannya dengan disinfektan sebelum masuk rumah.

Tak lupa GARDA juga menghimbau agar pengemudi menyediakan kantong plastik kecil untuk menyimpan uang kertas dan koin. Cek kesehatan apabila mengalami gangguan gejala flu dan batuk.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) DKI Jakarta Koesmedi Perhadi mengimbau masyarakat memakai helm sendiri jika bepergian menggunakan layanan ojek online. Hal ini guna menghindari risiko tertular virus covid-19. Meski begitu, ia tidak menjanjikan bahwa penggunaan helm sendiri dapat menghindari penularan virus corona.

“Karena jarak satu atau dua meter tetap jadi masalah,” kata dia dikutip dari Antara, akhir pekan lalu (13/3/2020).

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]