× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Harapan Baru Energi Masa Depan: Hidrogen Hijau

By Redaksi
Ilustrasi Energi Hidrogen Hijau. Foto : petrmalinak dari Shutterstock

MajalahCSR.id – Saudi Arabia dikabarkan akan membangun kota masa depan di gurun dekat Laut Merah. Kota ini dinamai Neom. Kota seharga USD 500 miliar ini akan dilengkapi taksi terbang dan robot-robot yang siap membantu. Diperkirakan kota ini akan dihuni hingga jutaan orang. Lantas energi apa yang dipakai untuk menghidupkan kota? Ternyata bukan minyak. Mereka merencanakan sumber energi yang lebih ampuh, disebut hidrogen hijau. Bahan bakar bebas karbon yang berasal dari air. Melalui proses tertentu, molekul hidrogen dan oksigen dalam air akan dipisahkan.

Pada musim panas tahun ini, perusahaan energi besar asal A, Air Products and Chemical, mengumumkan mereka turut ambil bagian dalam pembangunan pembangkit hidrogen hijau di Saudi Arabia selama 4 tahun terakhir. Pembangkit ini ditenagai oleh 4 gigawatt energi dari tenaga surya dan angin yang tersebar di gurun. Proyek pembangkit itu diklaim sebagai yang terbesar.

Hidrogen hijau? Mengutip Greenbiz, Saudi ternyata tak sendirian untuk merintis energi masa depan. Banyak negara, perusahaan, investor, pemerintah, dan pegiat lingkungan yang melirik energi terbarukan ini. Mereka percaya bahwa ini solusi atas ketergantungan minyak fosil selama ini, dan mampu memperlambat efek pemanasan global.    

“(Energi) Ini sangat menjanjikan,” komentar Rachel Fakhry, seorang analis energi Dewan Pelestarian Sumber-sumber Alam. Menurut Fakhry, saat tenaga angin dan surya menyediakan pasokan listrik untuk rumah tangga, dan kendaraan, hidrogen hijau sangat cocok untuk kebutuhan energi yang lebih intensif seperti industri konsentrat dan logam. “Ada 15% dari sektor ekonomi yang sulit untuk beralih ke sumber energi terbarukan, terasuk penerbangan, perkapalan, pabrik, dan truk jarak jauh. Hidrogen hijau bisa melakukannya,” ucap Fakhry.

Bahan bakar hidrogen diketahui sudah dilirik sejak beberapa dekade lalu. Namun, belum ada teknologi yang bisa secara massif bisa memproduksinya dalam skala besar. Meskipun masih mahal dalam ongkos produksi termasuk infrastruktur, tapi para ilmuwan sedang berupaya menemukan cara yang lebih efisien untuk memproduksinya. Sekedar diketahui, hidrogen adalah salah satu elemen kimia paling melimpah di jagat raya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]