× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

HARA Sejahterakan Petani Lewat Teknologi Blockchain

By Redaksi
Larissa Sidarto (Director of Business Development and Marketing HARA).Foto : Istimewa

Penggunaan teknologi bisa jadi salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Terbukti dengan maraknya usaha berbasis aplikasi yang cukup ramai beberapa tahun terakhir ini. Di sisi lain, penggunaan teknologi ternyata ada banyak variasinya, seperti yang dilakukan HARA untuk meningkatkan kualitas pertanian dan kehidupan petani dengan teknologi blockchain.

HARA menemukan ada sekitar 38 juta petani di Indonesia dengan kontribusi keuangan mencapai 15 sampai 17 persen kepada negara. Namun, para petani tetap berada dalam kemiskinan. HARA kemudian membangun platform yang dapat gunakan petani sebagai mitra. Platform tersebut memungkinkan petani untuk mendapatkan pinjaman dari bank atau perusahaan. Dengan demikian, bunganya dapat terawasi oleh OJT, dan memungkinkan petani untuk keluar dari jeratan bunga tengzkulak yang amat merugikan.

Hasilnya, 98 persen petani yang tergabung sebagai mitra HARA dapat melunasi utangnya. Sedangkan, dua persen sisanya mengalami kegagalan karena meninggal dunia atau gagal panen. Mengantisipasi itu, HARA mempertimbangkan umur petani dan bekerja sama dengan asuransi.

Selain itu, HARA juga melibatkan penggunaan teknologi dalam bentuk lainnya. Misal, informasi luas lahan yang memungkinkan petani untuk mengetahui jumlah panen yang dapat dilakukan. Sebab, tidak semua petani menguasai standarisasi lahan untuk penanaman dan panen.

“Contoh lainnya, petani dapat dengan mudah mendokumentasikan alat kerja yang rusak dengan foto. Kami dan pihak asuransi dapat memeriksa dengan GPS untuk mengetahui apakah alat tersebut rusak di daerah lahan atau tidak,” jelas Larissa Sidarto, Director of Business Development and Marketing of HARA.

Penggunaan teknologi blockchain dalam sektor pangan dan agrikultur ini juga menjadi salah satu aspek menarik yang menjadikan HARA berbeda di mata tim Alpha JWC Ventures. Dalam kegiatan ini hadir pula Nadia Putri, Senior Associate at Alpha JWC Ventures, yang berbagi aspek menarik HARA yang lain dari sudut pandang investor, serta cara melakukan investasi yang baik untuk berbisnis.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]