× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Hangatnya Ngopi Bareng ala Public Relations

By Redaksi
Praktisi Senior PR Maria Wongsonegoro

Seperti halnya profesi akunting, peran seorang public relations (PR) amat vital bagi sebuah perusahaan. Pentingnya peran PR dalam mengelola isu mencuat dalam kasus perusahaan BUMN kontra youtuber belum lama ini. Banyak yang mengkritisi langkah perusahaan untuk menyeret youtuber tersebut ke ranah hukum. Meskipun akhirnya kedua pihak berdamai, nasi sudah jadi bubur. Langkah perusahaan tersebut jadi gunjingan, mulai kalangan netizen hingga para praktisi bisnis. Apabila dihadapi dengan kepala dingin, dengan menjadikannya gimmick, perusahaan tak mustahil justru mengundang simpati banyak pihak.

Contoh kasus di atas adalah satu dari banyak kasus perusahaan yang butuh penanganan tepat para ahli PR-nya. Fakta pentingnya peran PR ini mengemuka dalam acara diskusi “Kopi Darat PR Rembuk : Mencari Peluang Sinergi Government PR dan Corporate PR” di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jumat (19/7/19). Acara yang digelar PR Indonesia ini dihadiri oleh para praktisi PR pemerintah maupun korporasi.

Praktisi senior PR di Indonesia, Maria Wongsonegoro menekankan pentingnya manajemen isu. Isu menurutnya bisa berdampak positif maupun negatif. Sehingga para praktisi perlu kehati-hatian dalam mengelolanya secara tepat. Isu pun banyak ragamnya, mulai dari lingkungan, politik, manajemen perusahaan, produk dan layanan perusahaan, sosial, financial performance, berita palsu (hoax), dan lainnya. Mengelola isu dibutuhkan untuk mencegah krisis. Karena ketika krisis sudah terjadi, “ongkos perbaikannya” akan jauh lebih besar.

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo RI, Selamatta Sembiring

Sementara Direktur Tata Kelola dan Kemitraaan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Selamatta Sembiring komunikasi sudah mengalami perubahan banyak di era 3.0. Dulu orang berkomunikasi secara one to one atau one to many. Jaman komunikasi berteknologi sekarang menjadi many to many. Kemudahan akses dan pemakaian internet yang kian jadi kebutuhan, bisa menjadi positif bila negara bijak mengarahkannya. Tapi seiring maraknya pemakaian media sosial, kemunculan hoax, berita palsu, hate speech, hingga post truth menjadi ancaman. Hal ini menjadi bagian tugas pemerintah untuk meluruskan sekaligus menindak pelaku penyebar. Selain itu, pemerintah pun butuh dukungan segenap masyarakat untuk bersama melawan innformasi tidak jelas dan menghasut dan meresahkan masyarakat.

Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki

Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki menyatakan kolaborasi lintas sektor di jaman sekarang, menjadi penting. Kenapa sangat urgent? Elvera memberikan tiga alasannya. Pertama karena trend. Kemunculan tren menyebabkan munculnya isu yang kompleks sehingga penanganannya pun lebih canggih. Yang kedua adalah multistakeholders interest, yang mengedepankan pentingnya kolaborasi sehingga menimbukan dampak yang lebih baik. Dan terakhir, communication, yang bertujuan untuk mempromosikan, termasuk juga untuk mencegah hal-hal yang buruk bagi institusi.  

“Untuk bisa berkolaborasi dengan pihak lain termasuk pemerintah ada hal yang perlu diperhatikan,”ungkap Elvira. Perlu dikenal dahulu misi dan visi internal lembaga. Setelah itu isu yang berkembang juga dicermati. “Baru setelah itu melihat visi dan misi pemerintah untuk dikolaborasikan,”jelas Elvera.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]