× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Habis Gelap Terbitlah Terang di SMAN 1 Parmaksian

By Redaksi
Caption foto: Manajer Community Development (CD) PT Toba Pulp Lestari, Tbk., Ramida Siringoringo (kedua kanan), bersama Manager PLN Area Sibolga, Poltak Samosir (kanan), disaksikan Kepala SMAN 1 Parmaksian, Marhilas Munthe (tengah), dan Kepala Seksi Ketenagaan SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Balige Provinsi Sumatera Utara, Anjurbin F. S. Siburian (kedua kiri), secara simbolis menyalakan listrik di SMA N 1 Parmaksian, Jumat (17/8) bertepatan dengan HUT RI ke-73, di desa Jonggi Manulus, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). PT TPL dan PT PLN Persero melakukan serah terima bantuan aliran listrik kepada SMA N 1 Parmaksian dan SMP N 1 Parmaksian, sebagai komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kabupate Tobasa. Dok. PT TPL

Parmaksian – Majalahcsr. Waktu menunjukkan pukul 08.05. Sinar mentari muncul di ufuk timur. Senyum bahagia terpancar dari wajah Robby Sirait (17 tahun), siswa kelas 3 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Parmaksian. Pada Jumat (17/8) pagi setelah mengikuti upacara menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-73, karena listrik sudah masuk ke sekolahnya.

“Akhirnya setelah saya dua tahun menuntut ilmu disini, sekolah kami sudah ada aliran  listrik. Saya jadi semangat belajar untuk menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun depan,” ujar Robby.

Robby mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-teman di kelasnya sering belajar  dengan cahaya yang masuk secukupnya melalui jendela yang ada di sekitar kelas untuk bisa melihat soal-soal pelajaran di papan tulis saat cuaca hujan deras dan gelap. “Kami sering belajar di kelas karena  tidak ada lampu, jadi kami harus berjalan maju ke depan untuk melihat soal-soal di papan tulis lalu kembali ke bangku di belakang untuk mencatat di buku tulis kami,” ujar Robby.

Robby berterima kasih kepada PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. (TPL) dan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) Persero yang sudah peduli terhadap sekolahnya di desa Jonggi Manulus, kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sekarang, tempat ia menuntut ilmu sudah mendapatkan aliran listrik dan bisa belajar menggunakan computer sekolah.

Kepala SMAN 1 Parmaksian, Marhilas Munthe, mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL terhadap sekolahnya yang sebelumnya tidak memiliki aliran listrik yang kemudian disambut baik oleh PLN dan sekolah yang ia pimpin sudah terang benderang.

“Saya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, terutama kepada manajemen PT TPL yang menyampaikan keluhan kami kepada pihak PLN. Momentum pada HUT RI ke-73 inilah yang harus kami terima di sekolah kami,” ujar Marhilas Munthe.

Dirinya yakin, dengan masuknya aliran listrik ini, anak didiknya memiliki semangat belajar yang lebih tinggi sehingga menjadi cahaya untuk masa depan bangsa

Marhilas Munthe mengungkapkan bahwa pengalaman dirinya selama ini bekerja di sekolah menggunakan laptop yang baterainya dalam keadaan penuh saat berangkat dari rumah. Tapi setiap jam 10 pagi, dirinya  harus pulang ke rumah karena baterai laptop sudah habis. Tapi kini berkat adanya aliran listrik di sekolah ini, dirinya bisa bekerja dengan nyaman dan tidak perlu pergi pulang ke rumah untuk isi ulang baterai laptop.

Sementara itu, Kepala Seksi Ketenagaan SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Balige Provinsi Sumatera Utara, Anjurbin F. S. Siburian, yang hadir pada acara seremoni penyalaan listrik perdana di SMAN 1 Parmaksian mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL terhadap SMA N 1 Parmaksian.

“Hari ini sangat luar biasa dan kita semua patut berbangga. Kami dari Cabang Dinas Pendidikan Balige, mencatat ada 60 SMA/SMK negeri dan swasta di kabupaten Tobasa ini. Sudah 73 tahun Indonesia merdeka dan sudah enam tahun sekolah ini berdiri. Baru kali ini SMA N 1Parmaksian merdeka dari listrik,” ujarnya.

Anjurbin menambahkan bahwa mulai tahun ajaran 2018-2019, maka SMA N 1 Parmaksian bisa mengikuti UNBK. Sebelumnya saat survei menjelang UNBK, ada dua sekolah yang tidak bisa ikuti, salah satunya SMA Parmaksian, karena listriknya tidak ada. Namun, kini aliran listrik sudah ada di sekolah ini.

Manajer Community Development (CD) PT TPL, Ramida Siringoringo, mengatakan bahwa niat baik perusahaan dan melalui komunikasi yang baik dengan pihak pemangku kepentingan lainnya. Seperti pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tobasa, pihak Kecamatan Parmaksian, pihak SMAN 1 Parmaksian, dan PT PLN Persero, memberikan kado isimewa bertepatan dengan HUT RI ke-73 untuk SMPN 1 dan SMAN 1 Parmaksian.

“Hari ini bertepatan HUT-RI ke 73, menjadi hari yang bersejarah bagi PT TPL dan juga SMP N 1 serta SMA N 1 Parmaksian. Berkat kepedulian kami dan peran serta stakeholders lainnya, sekolah-sekolah ini akhirnya dialiri listrik. Listrik menjadi kebutuhan utama dalam bidang pendidikan, khususnya dalam proses belajar mengajar di dalam ruang kelas,” ujar Ramida.

Ramida Siringoringo menceritakan bahwa pada saat serah terima bantuan dua ruang kelas belajar (RKB) bulan April lalu, Kepala SMAN 1 Parmaksian meminta bantuan agar sekolah bisa mendapatkan aliran listrik. Setelah empat bulan koordinasi dengan seluruh stakholders secara intensif, pihaknya bangga bisa menjadi bagian dari kesuksesan para siswa di sekolah ini untuk mencapai prestasi  tertinggi dan meraih cita-cita mereka di masa depan. “Ini adalah kado terindah di hari HUT RI ke-73 dari PT TPL untuk dunia pendidikan, khususnya di SMPN 1 dan SMAN 1 Parmaksian ,” ujar Ramida.

Manager PLN Area Sibolga, Poltak Samosir, mengatakan bahwa masuknya listrik ke dua sekolah di kecamatan Parmaksian karena komunikasi yang baik dengan PT TPL. Dikatakannya, PT TPL memberikan informasi penting kepada PLN bahwa ada sekolah-sekolah yang belum dialiri listrik di kecamatan Parmaksian. “Kami berharap dengan kehadiran listrik di sekolah-sekolah ini, proses belajar mengajar menjadi lebih baik,” ujar Poltak Samosir.

Sebelumnya, PT TPL menyerakan bantuan dua RKB masing-masing kepada SMAN 1 dan SMPN 1 Parmaksian pada April 2018. Saat ini SMAN 1 Parmaksian memiliki 104 siswa yang belajar di tiga tingkatan kelas.

 

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]