× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Gunawan Alif

Indonesia CSR Society, Berjuang Bersama dalam CSR

By Redaksi
Chairman ICSRS Gunawan Alif

Selain masih menjadi perdebatan, penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) juga masih banyak yang belum tepat. Pada hakikatnya, CSR wajib dilakukan oleh semua perusahaan yang beroperasi dengan mengambil sumber daya alam.

Patut diingat pula, penerapan CSR tidak hanya wajib untuk perusahaan besar saja. Perusahaan kecil pun harus menerapkan, walaupun dengan dana minim.

“Kalau dia perusahaan yang masih kecil dan berniat baik bagi lingkungan kecil sekitarnya, itu akan memberikan manfaat pula baginya dan lingkungan,” ujar Gunawan Alif, Chairman Indonesia CSR Society.

ICSRS sendiri dibentuk karena semakin banyak permasalahan dan tuntutan yang dihadapi oleh perusahaan, tuntutan dari masyarakat, tuntutan dari pemerintah.

Apa yang dilakukan asosiasi ini? Serta bagaimana CSR di Indonesia? MajalahCSR.id berkesempatan berbincang dengan Gunawan Alif, berikut petikannya;

Bagaimana CSR di Indonesia saat ini ?

CSR ini sesuatu yang masih terus dalam perdebatan. Alasannya sangat sederhana, kenapa perusahaan korporat disini harus melakukan peran tanggung jawabnya. Satu hal yang mendasar, perusahaan itu mengelola sumber daya yang sebagian tidak akan pulih. Methon Freton pemenang hadiah nobel bilang, tugas dari eksekutif di perusahaan adalah untuk memberikan laba yang sebesar-besarnya untuk perusahaan tempat dia bekerja, tentunya dengan mengikuti atau mematuhi hukum, regulasi tentang perusahaan tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, muncul UU yang mengatur kewajiban perusahaan, yang mengelola sumberdaya alam untuk menyisihkan sebagian dari keuntungannya untuk melakukan tanggung jawab sosial perusahaan. Namun saya melihat, karena semua perusahaan mengelola sumber daya, tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa mengambil sumberdaya di alam ini, saya rasa ini akhirnya berlaku bagi semua perusahaan.

Contohnya?

Misalnya perusahaan ayam atau sapi, dia tidak merusak sumber daya alam, tapi dia tetap mempunyai limbah, jejak karbon. Itu berhubungan dengan sumber daya alam juga. Tapi hal ini sesungguhnya sudah disadari oleh beberapa perusahaan dengan melakukan tanggung jawab sosial perusahaannya.

Contoh yang sangat spektakuler, misalnya Djarum foundation, dia menanam pohon trembesi dari Merak sampai ke Banyuwangi dengan jarak ribuan kilometer. Dalam setahun dia bisa menghisap 1 juta karbonmonoksida, tanggung jawab ini tidak ada yang menyuruh, tapi dia melakukan inisiatif.

Apa alasannya?

Didalam teorinya ada sejumlah alasan kenapa perusahaan melakukan hal ini. Pertama manajemen perusahaan menyadari bahwa ini hal baik untuk dilakukan sehingga dia mengelolanya. Sebagai imbalannya, perusahaan memperoleh keuntungan dari reputasi yang diciptakannya, dari endorser atas apa yang dia lakukan.

Namun ada juga perusahaan yang melakukan hal ini dengan alasan membayar hutang, karena sebelumnya mungkin perusahaan ini mencemari lingkungan atau merusak. Ketiga, mungkin dia melakukan upaya-upaya tanggung jawab sosial ini untuk “asuransi”, siapa tahu nanti dimasa depan terjadi kecelakaan, menimbulkan pencemaran, atau mendapat desakan publik.

Keempat, karena mereka duitnya berlebih. Sehingga dia mempunyai power yang besar untuk melakukan tanggung jawab sosial ini.

Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan yang kecil, apakah wajib bagi mereka untuk melakukan tanggung jawab sosial ini?

Saya berpendapat besar atau kecil itu bukan alasan, tapi yang penting adalah niat dari perusahaan tersebut. Semakin besar perusahaan, semakin besar tuntutan dari pemangku kepentingan perusahaan tersebut.

Kalau dia perusahaan yang masih kecil dan berniat baik bagi lingkungan kecil sekitarnya, itu akan memberikan manfaat pula baginya dan lingkungan, karena pada dasarnya kita hidup kan bermasyarakat.

Kini semakin banyak dan penting untuk dilakukan karena beberapa alasan mendasar, misalnya ketimpangan yang sekarang ada. iIi bisa digunakan oleh provokator untuk merugikan kepentingan tidak hanya masyarakat, tapi juga bangsa ini.

Banyak perusahaan melakukan CSR yang melakukan tanggung jawab sosialnya tidak di daerah mereka beroperasi, pendapatnya?

Saya rasa yang sebaik-baiknya kegiatan tentunya dilakukan di sekitar operasi perusahaan. Contohnya Japfa Comfeed, salah satu anggota asosiasi CSR yang saya pimpin. Japfa Comfeed melakukan tanggung jawab sosial justru dekat dengan tempat dimana dia beroperasi.

Mereka memproduksi anak ayam dan peternakan sapi, sehingga disadari kehadiran mereka harus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dimana perusahaan beroperasi. Ajaran agama Islam juga mengajarkan hal serupa, kita harus memberi dukungan bantuan kepada tetangga kita yang terdekat.

Bagaimana perjalanan ICSRS selama setahun ini?

Masyarakat cagak sawita rupa atau Indonesia CSR Society ini mulai digagas sudah 4 thn yang lalu, termasuk saya penggagasnya, karena semakin banyak permasalahan dan tuntutan yang dihadapi oleh perusahaan, tuntutan dari masyarakat, tuntutan dari pemerintah.

Ketidakpahaman korporasi kepada apa sesungguhnya CSR itu membuat kegiatan ini masih “kusut”. Terlihat dari kacau balaunya perundangan mengenai hal ini. Saya berinisiatif untuk membentuk asosiasi ini, walaupun inisiatif atau upaya-upaya CSR ini bukanlah upaya mudah untuk dilakukan, yang terpenting adalah tumbuhnya kepercayaan.

Banyak sekali orang-orang yang memafaatkan kegiatan CSR ini untuk kepentingan mereka, padahal seharusnya kepentingan bagi perusahaan. Melaksanakan CSR ini adalah suatu upaya bisnis yang memberikan manfaat atau return bukan hanya bagi masyarakat yang dibantu, tapi juga kepada perusahaan dan hubungan mereka untuk pemerintah.

itulah yang menyebabkan sejumlah perusahaan memilih kegiatan-kegiatan yang relevan dengan strategi bisnis perusahaan.

RUU CSR terasa tumpang tindih, pendapatnya?

Kita menantang pembentukan komite CSR yang direncanakan dibentuk pada level provinsi. Kenapa? pilihan untuk melakukan kegiatan inisiatif CSR ini karena tujuan strategi dari perusahaan. Jadi memilih kegiatan dan inisiatif yang relevan serta memberikan manfaat yang optimal dari alokasi dana yang mereka berikan bagi masyarakat yang dibantu dan perusahaan yang membantu. Hal ini akan sangat tidak mungkin dikoordinasikan oleh komite.

Komite hanya mengelola keungan dan tidak membagikan kepada pemangku kepentingan, saya rasa ini akan menjadi perkara besar, karena seharusny hal2 seperti itu, membantu masyarakat yang tertinggal dilakukan dari uang pajak yang juga dibayarkan oleh perusahaan.

Kalau perusahaan bergabung ke ICSRS, apa yang akan diperjuangkan?

Kita berjuang bersama-sama, berkumpul dengan asosiasi, tujuannya adalah berbagi pengalaman tentang upaya-upaya terbaik dalam melaksanakan inisiatif CSR. Kedua, kita bekerjasama untuk melakukan kegiatan bersama, karena kita percaya dengan melakukan kegiatan bersama, sumberdaya yang dipakai akan lebih efisien dan efektif. kalau kita kerjakan sendiri-sendiri, biayanya akan lebih besar.

Ketiga kita berkumpul untuk membangkitkan advokasi untuk bersama-sama menolak aturan atau reguasi yang tidak sesuai dengan marwah inisiatif CSR.

Sudah ada yang dilakukan dari tiga hal ini?

Sudah, yang terakhir sedang kita perjuangkan, dua yang pertama sudah kita lakukan. Sharing practice itu kita lakukan berganti-ganti di setiap perusahaan, terakhir kita melakukan ke kompas sekalian merayakan ulang tahun dan berbagi mengenai kampung koran mereka.

Satu hal yang harus kita ingat, perusahaan-perusahaan tersebut memanfaatkan sumberdaya yang sebagian tidak bisa pulih. hutan yang dibuka oleh perusahaan kelapa sawit, misalnya. artinya bentang alam berubah. Siaran tv, channel itu terbatas, tidak semua orang berhak, padahal channel itu milik kita sebagai konsumen, sebagai warga negara. tapi itu tidak bisa diberikan ke semua orang, hanya untuk sebagian orang.  artinya sebagian orang itu harus melakukan tanggung jawab sosialnya karena dia memperoleh atau mengelola sumber daya alam yang sesungguhnya sebagian dimiliki oleh negara yang mewakili masyarakatnya.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]