× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Green Ifthar Untuk Dukung Program Ramah Lingkungan

By Redaksi

Masih ingat program Green Ifthar? Program ini muncul tahun lalu (2018) seiring dengan konsep baru di lingkungan masjid yang disebut Eco Masjid.

Konsep Eco Masjid berasal dari dua kata, yaitu Eco dan Masjid. “Eco” diambil dari kata “ecology” yang merupakan terminologi yang erat kaitannya dengan ekosistem, yakni suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya. Sedangkan Masjid menurut syara (peraturan dalam Islam) adalah tempat untuk salat yang sifatnya tetap, bukan untuk sementara. Jadi, Eco Masjid adalah tempat beribadah tetap yang mempunyai kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Program Green Ifthar ini bertujuan untuk meningkatkan amal ibadah dengan tidak berbuat mubazir dan berlebih-lebihan (Fatwa MUI 47/2014 tentang Pengelolaan Sampah) serta meningkatkan peran masjid dalam mengurangi kemudharatan sampah. Seperti diketahui, sampah plastik telah menjadi PR besar karena tren konsumsi plastik yang bukan menurun, sebaliknya terus mengalami peningkatan.

Salah satu penyumbangnya adalah air minum dalam kemasan yang memberikan andil 40% pemakain plastik sekali pakai. Selain itu, ada tas plastik, gelas dan piring plastik, sendok dan garpu plastik, sedotan, bungkus kemasan makanan, dll. Green Ifthar mengajak jamaah untuk membiasakan diri menghilangkan penggunaan plastik sekali pakai, mengurangi sampah, dan menghindari pembuangan makanan.

Jia sebelumnya penyediaan makanan menggunakan kemasan, maka pada program Green Ifthar mulai meniadakan penggunakan kemasan sekali pakai. Prosesnya dilakukan bertahap karena membutuhkan perubahan yang terbilang besar, dari sisi internal maupun eksternal masjid. Bukan hanya mengubah kebiasaan, namun menyiapkan aneka fasilitas pendukung, seperti pembelian peralatan makan dan minum yang bisa digunakan ulang, gudang penyimpan peralatan, tempat mencuci, tenaga kerja dll.

Selain hemat sampah plastik, Green Ifthar juga menekankan untuk mengurangi makanan yang terbuang yakni dengan menyediakan nampan khusus untuk menyisihkan makanan yang tidak sesuai jumlah maupun selera masing-masing jamaah. Makanan tersebut nantinya dapat dikonsumsi jamaah lainnya.

Awalnya Green Ifthar dilakukan pada tiap Senin-Kamis dan diterapkan selama bulan Ramadan.

Sudah siapkah menerapkan Green Ifthar pada puasa tahun ini?

disarikan dari ecomasjid

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]