× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Green Building yang Kian Penting

By Redaksi
Ilustrasi EDGE untuk Green Building. Grafis Istimewa

MajalahCSR.id – Pembangunan gedung yang berwawasan lingkungan kini banyak diadopsi oleh pengembang. Salah satunya pengembang senior, Ciputra Group. Pengembang ini memiliki konsep eco culture di mana seluruh pembangunan konstruksi mengedepankan unsur manusia dan lingkungan karena merupakan kolaborasi antara pengembang dan masyarakat.

Menurut Taufiq Hidayat, Direktur Planning and Design PT Ciputra Residence, green building tak sekedar bangunan dilengkapi pohon, melainkan lebih dari itu. “Ada 6 aspek yang diperhatikan yaitu management, waste management, energy saving, ecosystem, water saving, dan community,” jelasnya dalam sesi webinar “Mengenal Sertifikasi Green Building” Rabu (6/5/2020) lalu.

Untuk komunitas, pengembang melakukan beragam kegiatan yang berafiliasi pada lingkungan seperti kegiatan kebugaran warga lingkungan dan luar lingkungan. Selain itu juga program edukasi lingkungan termasuk sampah pada anak-anak dengan bekerja sama dengan sekolah dalam lingkungan. Hal lain juga adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya untuk pemanas air dan juga penerangan jalan di lingkungan.

Pengelolaan limbah juga menjadi prirotas di lingkungan. Terutama yang limbah organik, menurut Taufiq, akan diolah dan dimanfaatkan menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan warga secara cuma-cuma. Air yang ada di lingkungan pun berasal dari pengadaan mandiri, seperti pembangunan danau untuk tangkapan air hujan.

Salah Satu Gedung Pintar dan Berkategori Green Building di Amsterdam Belanda. Foto : Scheneider Electric

Di sisi lain, World Bank Group melalui International Finance Corporation (IFC) berupaya memberi dukungan kepada sektor swasta terkait pengembangan green building. Hal ini ditegaskan Sandra Pranoto yang merupakan perwakilan dari IFC.

“IFC berfungsi untuk membantu sektor swasta agar bisnisnya tumbuh dan berkembang sehingga ada penciptaan lapangan kerja,” jelas Sandra. Selain itu IFC juga sebagai lembaga berkomitmen terlibat dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Untuk itu, IFC menerbitkan sertifikasi khusus utuk green building yang bernama EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiency). Sertifikat Green Building ini, imbuh Sandra, bertaraf internasional.

Untuk memenuhi persayaratan sertifikasi EDGE sebagai green building, developer atau pengembang harus memenuhi konsep 20%. Konsep ini terdiri dari 20% lebih hemat pemakaian energi, dua puluh persen lebih hemat pemakaian air, dan 20% lebih hemat lebih efisien pemanfaatan material. Setiap proyek yang dilakukan developer mampu memenuhi konsep tadi, maka akan diberikan sertifikat. Tentunya semua itu melalui penilaian, assessment, dan lainnya sehingga proyek yang dilakukan memenuhi dan layak bersertifikasi.

IFC memiliki local partner di 160 negara di dunia termasuk di Indonesia. Sertifikat yang diberikan juga berisikan informasi penghematan yang sudah dilakukan, dan setidaknya di atas 20% untuk masing-masing 3 komponen yang dibahas sebelumnya. Sandra memperkirakan sudah hampir satu juta meter persegi lahan di Indonesia di bawah pengembang yang sudah bersertifikat EDGE. Untuk pemukiman, menurutnya sudah ada sekitar 10.200 unit pemukiman yang bersertifikasi dan dalam proses, termasuk yang dikelola oleh Ciputra Group.

Ragam Manfaat Green Building

Manfaat yang didapat dari green building adalah efisiensi dari cost baik dari pengelola maupun penghuni. Selain itu juga terkait investasi, di mana gedung dan perumahan yang sudah mengadopsi green building bahkan bersertifikasi, akan lebih menarik dengan harga jual tinggi.

Penerapan green building menjadikan hemat listrik, karena melalui penataan masuknya cahaya matahari yang tepat di dalam rumah/gedung, tak lagi memerlukan penerangan yang banyak. Selain itu, sirkulasi udara menjadi lebih lancar yang dampaknya tak lagi banyak memerlukan pendingin udara yang butuh energi besar.

Konsep Green Building selain menghemat biaya pemakaian dan perawatan gedung/rumah, juga berdampak pada lingkungan. Penggunaan sumber daya energi yang rata-rata kecil: listrik, air, dan material, turut menurunkan emisi yang mempengaruhi percepatan perubahan iklim yang kian memburuk.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]