banner
Ilustrasi aplikasi YouTube. Foto : Freepik
Liputan

Google dan Youtube Blokir Pemasukan Bagi Pembuat Konten Anti Krisis Iklim

430 views

MajalahCSR.id – Siapapun bisa berpeluang mendapatkan uang dari hasil pembuatan konten di kanal YouTube. Tapi buat mereka yang kontennya menyebar kabar palsu soal iklim, siap-siap gigit jari.

Mengutip dari Inhabitat, Google dan YouTube memastikan bagi konten kreator yang memposting informasi keliru soal perubahan iklim (kebalikan dari pemahaman iklim secara resmi) tak bisa lagi meraup pundi uang, seberapapun view yang mereka dapatkan. Dalam pengumumannya, Google sebagai pemilik YouTube akan mengawasi dan memutus pendapatan dari iklan.

“Konten yang termasuk ke dalam kategori ini adalah hoaks dan kabar burung tentang krisis iklim, menolak dan melawan informasi soal pemanasan global, mengklaim bahwa ancaman rumah kaca tidak benar termasuk menyanggah aktivitas manusia sebagai pemicunya,” tegas perusahaan teknologi raksasa itu dalam pernyataan resminya.

Menurut Google, konten kreator lain, termasuk pengiklan tidak ingin terlibat dengan akun-akun yang menyebar informasi bohong. “Para pengiklan tidak ingin muncul di konten-konten seperti ini. Sementara para kreator tidak ingin promo konten seperti ini muncul di halaman mereka,” bunyi pernyataan tersebut.  

Kebijakan Google ini berawal dari kegaduhan sejumlah pihak yang menyebut algoritmanya mendukung keberadaan informasi salah soal iklim. Tahun lalu, sebuah kelompok advokasi bernama Avaaz, mengumumkan hasil riset mereka bahwa YouTube meloloskan para pembuat konten menyesatkan tersebut mendapatkan bayaran.  

“Beberapa dari perusahaan besar dunia seperti Samsung, L’oréal, Warner Bros, Carrefour, dan Danone, juga dua kelompok lingkungan terkemuka, Greenpeace International dan World Wildlife Fund, sudah membuat pernyataan penegasan terkait informasi tak benar soal iklim ini,” demikian pernyataan Avaaz.

Selain YouTube, ada media sosial lain yang juga meloloskan informasi keliru iklim. Laporan terbaru yang disampaikan Common Dreams mengungkap, Facebook meloloskan hingga 99% kabar menyesatkan soal  perubahan iklim.

Google kini sedang berjuang untuk melawan konten-konten yang tidak benar dengan kebijakannya tersebut. Belum lama ini, YouTube juga mengumumkan akan membekukan akun-akun kreator yang menyampaikan pesan anti vaksin. Meskipun langkah kebijakan ini adalah kabar baik, namun diharapkan kebijakan pembekuan permanen dari akun-akun tersebut dilakukan guna menghindarkan publik dari  penyampaian pesan-pesan yang tidak bertanggung jawab.

banner