× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Giliran Shell Kena Geruduk Aktivis Lingkungan

By Redaksi
Aksi Protes di Depan Gedung Shell Belanda. Foto : REUTERS/Eva Plevier

Setelah sebelumnya beberapa perusahaan terkena protes dari pegiat lingkungan, kini giliran perusahaan energi asal Inggris – Belanda, Shell.

Sekelompok aktivis lingkungan menggeruduk kantor pusat Shell di The Hague, Belanda, Jumat (31/1/2020). Mereka menuduh aktivitas perusahaan ini mempengaruhi perubahan iklim. Beberapa pendemo berasal dari kelompok lingkungan yang menamakan diri Extinction Rebellion dan Shell Mustg Fall! Mereka berusaha masuk ke dalam gedung, sementara lainnya membentangkan poster protes. Beberapa diantaranya menumpahkan cairan hitam tepat di depan pintu masuk gedung.

Yel-yel protes terdengar dari arah pendemo: ExxonMobil, BP, Shell: ambil minyakmu dan enyah!  

“Shell adalah salah satu pencemar lingkungan terbesar,”kata seorang wanita yang menempelkan tubuhnya di tangga luar gedung. “Jika kami punya kesempatan menghentikan perubahan iklim Shell adalah salah satu perusahaan pertama yang harus pergi.”

Dalam pernyataan lain, kelompok tersebut menuduh Shell sebagai perusahaan yang hipokrit.

“Shell selalu mengklaim dirinya bagian dari solusi perubahan iklim, tapi di sisi lain perusahaan mengumumkan rencana menambah investasi sebesar USD 10 miliar di bahan bakar fosil,” ujar pernyataan itu.  

Stefan Sande, juru bicara kepolisian setempat, seperti yang diberitakan reuters, sudah menahan 30 aktivis terkait aksi tersebut. Penangkapan itu dilakukan, karena menurut polisi, aksi protes tersebut tidak berizin.

Shell dalam tanggapannya, mengaku menghargai hak siapapun untuk melakukan aksi. Dalam pernyataan resminya mengatakan, “Kami hanya meminta agar mereka menyuarakan pendapatnya melalui aturan yang benar dan menjunjung tinggi rasa aman.”

Perusahan juga menambahkan, strategi mereka sangat sejalan dengan perjanjian iklim internasional. “Dengan kata lain, kami punya kepedulian yang sama dengan para aktivitis. Hanya saja kami tidak menyukai cara mereka.”

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]