× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu Galang Bantuan Kemanusiaan untuk Jabodetabek

By Redaksi
Gerakan Pemuda Ansor dalam Acara Launching Bantuan Kemanusian untuk Jabodetabek oleh Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu di kantor GP Ansor, Jakarta, Senin (20/4/2020). Foto : Istimewa/GP Ansor

Dampak pandemi virus corona kini sudah berimbas pada makro ekonomi. Oleh sebab menurunnya aktivitas transaksi dan kegiatan ekonomi lain akibat kebijakan darurat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak perusahaan cashflow-nya terganggu hingga terpaksa membuat keputusan menyakitkan, memberhentikan karyawan. Tak hanya di belahan barat, Indonesia juga kini dalam tahap ancaman krisis ekonomi akibat melemahnya kegiatan ekonomi.

Sektor informal biasanya paling terdampak bila terjadi krisis ekonomi. Masyarakat pedagang kecil yang membutuhkan pembeli langsung dan eceran, atau pekerja harian lepas. Kondisi sekarang ini jelas sangat tidak berpihak kepada mereka, kaum dhuafa.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Keuskupan Agung Pontianak melalui Yayasan landak Bersatu, dan Yayasan PenaMas Mulia, bekerja sama membentuk Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu (GIPB) untuk merespons cepat derita yang dirasakan masyarakat terdampak Covid-19.

GPIB berusaha mengetuk hati para donatur untuk menyisihkan rejeki, membantu saudara sebangsa yang dalam masa kesulitan akibat pandemi. Aksi kemanusiaan ini bertujuan membantu masyarakat terdampak COVID-19 berupa bantuan bahan pokok pangan atau sembako.

Aksi kemanusiaan ini digalang di Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Selanjutnya menyusul provinsi seperti Jawa Barat dan di luar Pulau Jawa lainnya.

“Penyaluran bantuan paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Siang ini, bantuan paket sembako untuk masyarakat yang membutuhkan akan mulai disalurkan,” kata Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, saat launching distribusi bantuan kemanusian Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu untuk Jabodetabek, di kantor GP Ansor, Jakarta (20/4/2020).

Sebelumnya, menurut Yaqut, GPIB sudah menyalurkan bantuan di Jawa Timur.  Setelah Jabodetabek, tujuan penyaluran berikutnya adalah  Jawa Tengah dan Kalimantan Barat.

“Selanjutnya nanti Jawa Barat, dan provinsi lain. Doakan saja, donasi bagi masyarakat ini terus disalurkan dari para dermawan,” katanya.

Yaqut mengatakan, bantuan kemanusiaan ini merupakan spirit gotong royong. “Gotong royong ini spirit asli bangsa Indonesia. Model aksi kemanusiaan dengan gotong royong berbagai organisasi lintas iman dan lintas pemangku kepentingan ini model ideal yang mencerminkan persatuan bangsa dan kepedulian terhadap sesama. Melalui gotong royong pula distribusi bantuan ke masyarakat dilakukan para kader GP Ansor dan Banser. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara, mewakili unsur pelaku usaha yang berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu, Arvin F. Iskandar dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengatakan, aksi kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian bersama sebagai anak bangsa mulai rohaniwan, pelaku usaha, pegiat LSM, ormas, dan banyak warga masyarakat lainnya.

Sedangkan, Theresia Rustandi, tokoh perempuan sekaligus pelaku usaha dari PT Intiland Development Tbk, menambahkan, gerakan kemanusiaan ini adalah tanggung jawab setiap anak bangsa untuk ikut berperan dalam pandemi ini. “Ayo, jangan hanya menjadi penonton dan berpangku tangan,” ajaknya.

“Pandemi global ini datang tanpa melihat siapa orangnya, apa agama, ataupun sukunya. Duka dan kecemasan mereka merupakan duka dan kecemasan kita semua. Karena itu, kami menyeru kepada berbagai elemen bangsa untuk peduli dan bersatu untuk menjaga bangsa kita dalam menghadapi kondisi ini,” tambah Ditto Santoso, mewakili Yayasan Penamas Mulia dan Yayasan Landak Bersatu.

Untuk diketahui, Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu merupakan kolaborasi yang digagas Pengurus Pusat GP Ansor, Yayasan Landak Bersatu, dan Yayasan Penamas Mulia dengan melibatkan berbagai elemen lintas agama, lintas pemangku kepentingan, dan lintas sektor.

Gerakan tersebut didukung para filantropis dan perusahaan yang peduli dalam naungan REI, PT Intiland Development Tbk, Ahabe Group, dan Mayora Group. Gerakan ini merupakan wujud karya kemanusiaan sekaligus wahana untuk mempromosikan semangat keragaman dan persatuan bangsa.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]