× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

GE dan Mendes PDTT MoU Tingkatkan Elektrifikasi Pedesaan.

By Redaksi
Dok. GE

Jakarta – Majalahcsr. Energi menjadi salah satu penggerak roda perekonomian. Pemerataan penyediaan energi pun menjadi salah satu fokus pemerintah agar daerah pedesaan pun bisa berkembang dan turut menyumbang pendapatan negara.

GE dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) untuk meningkatkan elektrifikasi pedesaan. Penandatanganan ini dilakukan ditengah-tengah acara Powering Indonesia 2017 rabu (19/7).

Kesepakatan ini akan melibatkan kerjasama kedua belah pihak dalam perencanaan program elektrifikasi dimana GE menyediakan dukungan lewat portofolio teknologi pembangkit listriknya. Pembangkitnya tersebut adalah solusi hybrid, yaitu perpaduan bahan bakar gas atau solar dengan tenaga surya (photovoltaic), pembangkit listrik energi terbarukan, serta solusi kelistrikan digital dan microgrid.

Tujuan utama dari MoU ini adalah untuk meningkatkan sinergi peran pemerintah dan pihak swasta dalam pengembangan, dan pembangunan dalam Program Elektrifikasi Desa di Desa, Kawasan Pedesaan, Daerah Tertinggal dan kawasan Transmigran.

Kerjasama yang akan terjalin yaitu melakukan penilaian mengenai pengembangan dengan teknologi pembangkit listrik adalah melakukan identifikasi dan penilaian lokasi, permintaan dan ketersediaan listrik, serta mencari solusi untuk tujuan elektrifikasi desa. “Kolaborasi dalam pengembangan program dengan dukungan PT GE di bidang teknologi pembangkit listrik, juga melakukan kajian pengelolaan elektrifikasi desa yang akan dikelola oleh BUMDes dan Bumdes Bersama,” ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo rabu (19/7).

CEO GE Indonesia, Handry Satriago mengatakan bahwa industri energi Indonesia sedang mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini memerlukan pemahaman luas mengenai kebutuhan energi yang terus berubah.

“Kemampuan Indonesia untuk tumbuh secara sekonomi maupun sosial bergantung kepada tersedianya listrik, dan bagaimana kita memproduksi listrik tergantung kepada kemampuan kita membiayainya, menjamin ketersediaannya terus menerus dan keamanannya,” paparnya.

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]