× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Gadis 21 Tahun asal Brasil Menangkan Penghargaan Lingkungan PBB

By Redaksi
Anna-Luisa Bessara Peraih Penghargaan Young Champions of The Earth yang Digelar Program Lingkungan PBB, dengan Temuannya Perangkat Dekontaminasi Air Minum Memakai Radiasi Sinar Matahari. Foto : Aqualuz

MajalahCSr.id – Setiap tahunnya Program Lingkungan Perserikatan Bangsa Bangsa menggelar ajang penghargaan untuk generasi muda. Nama ajangnya, Young Champions of The Earth yang diikuti para pegiat lingkungan muda dari usia 18 hingga 30 tahun. Pemenang yang terpilih adalah pemilik ide terbaik yang inovasinya bisa diterapkan pada kebutuhan dan tantangan lingkungan saat ini.  

Para juri internasional memilih 7 dari 35 finalis regional hasil seleksi dari lebih 1.000 peserta yang berpartisipasi. Setiap pemenang akan mendapatkan mentoring, dana pengembangan, dan dukungan kampanye publikasi untuk memperkuat upaya mereka untuk mewujudkan idenya. Adapun perusahaan bernama Covestro menjadi sponsor atas penyelengaraan ajang.  

“Dunia bisnis membutuhkan ide segar dan lebih banyak start-up untuk mengatasi tantangan lingkungan global sambil memastikan pertumbuhan (bisnis global) ke depannya. Ajang The Young Champion of the Earth dapat membantu hal ini. Kami di Covestro sangat mendukung upaya mereka untuk menjadikan dunia lebih baik lagi,” kata Markus Steilemann, Direktur Utama Covestro.

Satu di antara 7 pemenang merupakan siswa bioteknologi, Anna-Luisa Bessara (21) dari Brasil. Gadis ini, dikutip dari Intelligentliving, merupakan pendiri Aqualuz. Buah inovasinya adalah kemampuan membasmi kuman dalam air tangki dengan memanfaatkan radiasi matahari. Bessara adalah warga Brasil pertama yang memenangkan penghargaan.

Inger Andersen, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB mengatakan, situasi air (murni/daratan) di planet bumi sangat mengkhawatirkan karena terus dieksploitasi, terdampak polusi, dan munculnya ancaman perubahan iklim.

“Kita harus menemukan cara baru untuk melindungi, mendaur ulang, dan menggunakan kembali sumber daya alam yang berharga ini. Menjadikan air minum yang aman bagi siapapun adalah masalah penting untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan),” tutur Andersen.  

Manfaat dari penemuan Besara ini ditujukan untuk warga pedesaan yang tak punya akses pada air bersih dan terjadi pada lebih dari satu juta warga Brasil. Cahaya matahari yang menerpa air dalam tangki membunuh mikroorganisme jahat tanpa tambahan zat kmiawi. Sebuah indikator pada perangkat di atas tangka akan menyala bila air tersebut sudah aman dikonsumsi.

“Tujuanku (mengimplementasikan inovasi ini) untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia pada air bersih yang sulit dipenuhi warga di pedesaan. Kami ingin membantu orang-orang itu hidup lebih baik dan lebih aman,” cetus Bessara.

Diketahui, diare yang disebabkan air minum yang tercemar serta sanitasi buruk adalah salah satu penyebab kematian di dunia. Warga yang berada di pedesaan, pra sejahtera, dan juga kaum muda merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan.

Aqualuz mudah perawatannya, tidak mahal dan tak membutuhkan aliran listrik. Perangkat Aqualuz menurut keterangannya bisa berfungsi hingga 20 tahun dan perawatannya cukup dibersihkan dengan air dan sabun.

Hingga saat ini, perusahaan Aqualuz ini sudah mampu membantu 265 kepala keluarga dari target 500 penerima manfaat di sejumlah wilayah di Brasil. Targetnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 700 kepala keluarga di tahun ini.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]