× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Frisian Flag Bermitra dengan KPBS Pangalengan Bangun 5 Milk Collection Point Digital 

By Redaksi
Dok. FFI

Pangalengan – Majalahcsr. Komitmen untuk memberdayakan peternak sapi perah Indonesia selalu dipegang oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Hal ini diwujudkan dengan membangun Milk Collection Point (MCP) digital di Pangalengan.

Lima (5) MCP ini memfasilitasi peternak sapi perah untuk mendapatkan penilaian kualitas dan harga susu yang adil. Melalui kemitraan dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan (KPBS Pangalengan), MCP juga dibangun untuk mendorong para peternak sapi perah agar terus untuk tata laksana dan tata kelola peternakan yang baik demi peningkatan kesejahteraan para peternak. Saat ini, KPBS Pangalengan mencatat data Total Plate Count (TPC) sekitar 0,3 juta cfu/ml untuk kualitas susu terbaik yang dihasilkan oleh para peternak sapi perah.

Indonesia masih terbilang jauh untuk dapat memproduksi susu secara mandiri. FrieslandCampina, melalui anak perusahaannya di Indonesia, FFI, telah lama dikenal karena komitmen untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah lokal di Indonesia, serta memastikan terpenuhinya kebutuhan susu di Indonesia. Pembentukan MCP berada di bawah pilar “Less & Better” dari Program FDOV (Sustainable Dairy Development Program) Indonesia, yang bertujuan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas susu segar produksi Indonesia.

Program FDOV diluncurkan pada tahun 2013 dan pelaksanaannya di Indonesia mencerminkan kemitraan jangka panjang antara FrieslandCampina, FFI, Koperasi Peternak Sapi Perah Lembang & Pangalengan, Wageningen University, konsultan Friesland, Agriterra, dan Pemerintah Belanda.

Khususnya di Pangelangan, sejak tahun 2015 hingga saat ini FFI bermitra dengan KPBS Pangalengan untuk mendirikan lima MCP yang diperuntukan bagi para peternak sapi perah di Pangalengan, yaitu MCP Los Cimaung, MCP Warnasari, MCP Cipanas, MCP Citere, dan MCP Mekar Mulya. Sebanyak total 806 peternak sapi perah telah difasilitasi oleh kelima MCP, yang dilengkapi dengan sistem barcode digital yang akan membantu peternak sapi perah untuk mendapatkan penilaian yang valid untuk penetapan harga susu yang adil.

Setelah peternak sapi perah membawa susu hasil produksinya ke MCP, sistem digital pada MCP akan menghitung Total Plate Count (TPC) atau jumlah bakteri yang terkandung dalam susu segar. Semakin rendah angka TPC, semakin tinggi kualitas susu segar dan susu akan dihargai lebih tinggi.

Sistem digital yang masih tergolong baru di Indonesia ini diterapkan di MCP juga akan memudahkan peternak sapi perah untuk mendapatkan akses digital ke data susu mereka, termasuk analisis data TPC dan komposisi susu. Sistem barcode digital juga diharapkan dapat menghindari kesalahan manusia dalam memasukkan data serta mengurangi limbah kertas.

“Kami berharap pembentukan MCP dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para peternak sapi perah. Kami juga memberikan pembinaan dan pelatihan serta alat pendukung untuk mendorong mereka terus meningkatkan tata laksana dan tata kelola peternakan sapi perah,” ujar DDP Manager dan FDOV Project Frisian Flag Indonesia, Akhmad Sawaldi kamis (25/1).

Sistem digital ini memungkinkan data nilai TPC per peternak dari susu yang diproduksi untuk dipantau secara ketat dan disimpan untuk proses pembelajaran dan pengalaman peternak. Pada akhirnya, diharapkan usaha peternakan para peternak dapat meningkat secara berkelanjutan.

Ketua KPBS Pangalengan, H. Aun Gunawan, SE, juga mengapresiasi inisiatif FFI yang telah menginspirasi para peternak sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sejak MCP digital beroperasi di Pangalengan, terdapat kenaikan harga susu sebesar 10% yang dihasilkan oleh peternak sapi perah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas susu secara konsisten.

“Kedepannya, kami menargetkan agar lebih banyak peternak sapi perah yang mendapatkan kenaikan harga. Saya juga berharap FFI dapat memperluas MCP digital ke daerah lain karena akan lebih baik jika para peternak sapi perah di Indonesia juga terinspirasi dan termotivasi oleh inisiatif MCP.” Paparnya.

 

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]