× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Formula One Ujicoba Bahan Bakar dari Limbah Organik

By Redaksi
Ilustrasi Kejuaraan Balap Mobil Formula One. Foto : Peter Fischer/Pixabay

MajalahCSR.id – FIA, badan olahraga otomotif dunia, belum lama ini menyelenggarakan rapat umum pemegang saham 2020 secara online akibat pandemi. Alhasil, nyaris semua hal (termasuk penyelenggaraan kegiatan) melambat pada tahun lalu. Namun tak demikian dengan rencana proyek sustainability Formula One (F1).

Sejumlah maklumat menarik disampaikan, saat pertemuan rapat, termasuk strategi lingkungan. Di antaranya upaya mereduksi emisi (netral karbon) dimulai tahun ini (dalam rencana emisi nol pada 2030), dan mengembangkan bahan bakar (BB) 100% sustainable atau berkelanjutan. Kabarnya FIA sudah mengirimkan konsep teknologi BB itu ke sejumlah pabrik mesin peserta F1 guna menjalani pengetesan dan persetujuan.

Direktur F1, Ross Brawn mengatakan, Formula One sudah lama mendukung perkembangan dunia otomotif terdepan. Pihaknya, kata Brawn sangat menyambut momentum BB berkelanjutan, yang sejalan dengan rencana ajang FIA untuk menjadi nol emisi pada 2030.

“Prioritas terdepan kami adalah membangun roadmap mesin hybrid yang bisa menekan emisi dan sekaligus sangat menguntungkan buat mobil. Kami percaya dengan hasil positif terkait kesempatan pengembangan mesin generasi selanjutnya yang mengombinasikan teknologi (mesin) hybrid dengan BB berkelanjutan,” cetus Brawn.

Departemen Teknik F1 dikabarkan sudah memproses biofuel generasi kedua dari limbah organik. Kini pihak pabrikan mesin peserta balap bakal menguji dan memastikan kelayakan teknologi itu untuk balapan.  

FIA merencanakan penerapan BB tersebut secara bertahap dengan komposisi BB organik (biofuel) yang kian bertambah, terhitung sejak 2021 ini hingga 2026. Tahun 2026 adalah di mana F1 sudah memakai BB berkelanjutan secara 100%. Semua mesin generasi mendatang di ajang F1 akan diwajibkan memakai biofuel. Saat itu, F1 sudah berkomitmen menggunakan teknologi hybrid.

Sementara itu, Presiden FIA, Jean Todt turut memberikan komentar,”FIA mengemban tanggung jawab untuk memimpin dunia otomotif menjadi rendah emisi di masa depan demi mengurangi dampak buruk pada lingkungan dan mendukung planet bumi agar lebih baik.”

Mengembangkan BB dari limbah organik yang bisa mendukung mesin F1, lanjut Todt, adalah bukti FIA melangkah ke depan. Bekerja sama dengan perusahaan energi terdepan dunia, pihaknya bisa menyatukan teknologi terbaik dengan performa ramah lingkungan.

FIA tercatat membawahi 243 anggota di 146 negara dan mengawasi 303 kejuaraan. Jadi, proyek lingkungan mereka tersebut dinilai berdampak besar secara positif pada dunia.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]