× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Filantropi Indonesia Dorong Kegiatan Anggota agar Berkelanjutan

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Filantropi Indonesia adalah suatu lembaga atau perkumpulan yang beranggotakan suatu lembaga-lembaga filantropi. Didalamnya ada yayasan keluarga, yayasan berbasis keagamaan, yayasan berbasis media massa, dan yayasan filantropi yang lain.

Asosiasi ini dirintis pada tahun 2003 dirintis, dan menjadi badan hukum pada tahun 2007. Fokusnya adalah pada upaya penguatan lembaga dan kegiatan filantropi agar kegiatan flantropi lebih menjadi berdimensi jangka panjang, terorganisasi dan strategis.

“Jangka panjang misalnya pendidikan, kesehatan dan lainnya,” ujar Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia, Hamid Abidin.

Secara umum kegiatan filantropi terbagi atas 4 yaitu, pengembangan organisasi lembaga filantropi dari anggotanya, pengembangan riset, mengupdate atau melakukan riset data-data baru terkait filantropi. Selain itu Filantropi Indonesia juga melakukan advokasi, kebijakan yang dianggap bertentangan atau menghambat kegiatan filantropi, dan peningkatan managemen internal organisasi.

Dijelaskan Hamid, tantangan terbesar kegiatan filantropi adalah sebagian besar masih melakukan direct giving atau menyumbang secara langsung kepada pengemis dan lainnya. Hal ini menyebabkan kegiatan filantropi sifatnya jangka pendek atau charity.

“Kami mendorong kegiatan itu lebih terorganisir, bersifat jangka panjang, kemudian mendukung kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan,” terangnya.

Filantropi Indonesia menjadi salah satu mitra utama dalam kegiatan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia platform. Ini salah satu inisiatif atau platform yang dikembangkan oleh lembaga filntropi global, yang tujuannya melibatkan lembaga-lembaga filantropi untuk mendukung pencapaian SDGs.

Diharapkan kegiatan lembaga filantropi bisa mengarahkan kegiatannya untuk mensupport 17 tujuan SDGs. Bisa mengaitkan program-program yang dilakukan misalnya dengan goal pertama, kedua dan ketiga.

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]