× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Energi Terbarukan untuk Masyarakat Terpencil

By Redaksi
Direktur Energi Telekomunikasi dan Informatika (ETI) Bappenas Rachmat Mardiana (kiri) bersama Direktur Regional Hivos Asia Tenggara Biranchi Upadhyaya (kanan). ( Dok: Medcom.id/Monica Felisitas)

Jakarta – Majalahcsr. Direktur Regional Hivos Asia Tenggara Biranchi Upadhyaya menekankan pentingnya energi terbarukan untuk menjangkau masyarakat terpencil dan meningkatkan mata pencaharian bagi penggunanya.

“Ini sangat penting, karena masih banyak masyarakat yang tinggal di pedalaman, tidak bisa merasakan keuntungan teknologi dan tenaga sumber daya karena akses,” kata Biranchi, di Upper Room Annex Building Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu 24 Januari 2018.

Berangkat dari sana, penerapan pemanfaatan energi terbarukan yang terbilang sukses di tiga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan kembali digelar kegiatan ‘Terangi Nusantara’.

Program yang dilakukan oleh Hivos bekerja sama dengan Millenium Challenge Account Indonesia (MCAI) ini merupakan program untuk mendukung peningkatan akses energi terbarukan melalui proyek bertajuk ‘Terang’, yang telah dimulai sejak 2015.

Setidaknya di 2017, program ini telah menyediakan akses listrik bagi 26 kabupaten di NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan. Melalui projek Terang, sebanyak 5.079 rumah tangga menggunakan energi terbarukan, 25 sekolah memiliki sumber energi terbarukan, 60.68 KW tenaga listrik dihasilkan dari PV Solar, dan rasio elektrofikasi Pulau Ikonik Sumba di NTT meningkat dari 24,5 persen pada 2010, meningkat menjadi 42,67 persen di 2017.

“Kami mengaplikasikan, bagaimana cara mendapatkan sumber energi, tapi juga melindungi bumi,” imbuh Biranchi seperti yang dilansir oleh Metrotvnews.com.

Usai pembukaan, acara ini akan dilanjutkan dengan diskusi, pameran foto oleh Anton Ismael, dokumenter masyarakat yang telah mendapatkan akses energi dan mengalami perubahan melalui pembelajaran ini.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]