banner
Emma Sri Martini, Direktur Keuangan Pertamian Group dalam sambutan peringatan Hari Kartini di Jakarta, Kamis (21/4/2022). Foto : Istimewa/Pertamina
Liputan

Energi Kartini Pertamina dan Kesetaraan Gender untuk Implementasi ESG

853 views

MajalahCSR.id – Dalam penerapan ESG (Environmental, Social & Governance) terintegrasi, Pertamina Group turut mendorong iklim perusahaan yang menjunjung tinggi kesetaraan gender, bebas diskriminasi, serta anti kekerasan dan pelecehan.

Dalam peringatan Kartini, yang sekaligus hari jadi lahirnya Pertiwi Pertamina, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan Pertamina telah menetapkan kebijakan keberlanjutan untuk mewujudkan perusahaan energi global yang ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial (Societal Responsible Company), dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance Company).

Pertamina, jelas Emma, terus melaksanakan berbagai inisiatif untuk mendorong perubahan sistem dan praktik-praktik yang mampu meningkatkan kesetaraan gender terutama women leadership dan women empowerment di Pertamina.

Berbagai inisiatif yang dijalankan Kartini Pertamina antara lain dicanangkannya Human Right Policy dan Respectful Workplace Policy, PERTIWI Awards 2021, program coaching dan mentoring, dalam rangka mendorong pencapaian target 15% women in nominated talent, serta partnership dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun global.

“Pertamina terus melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kontribusi perusahaan untuk pencapaian SDGs terutama point 5 yaitu Gender Equality. Berbagai Inisiatif yang dilakukan secara langsung memberikan dampak positif terhadap peningkatan rating ESG Pertamina,” ujarnya dalam acara “Energi Kartini Pertamina” di Jakarta, Kamis (21/4/2022). 

Pertamina, imbuh Emma, secara aktif terus menggaungkan implementasi Respectful Workplace Policy sebagai benchmark bagi BUMN lain. Pertamina berdialog dengan berbagai stakeholder dan mendorong agar Respectful Workplace Policy dapat diperluas implementasinya ke lingkungan yang lebih besar khususnya BUMN.

“Dengan dukungan dan komitmen yang tinggi dari Menteri BUMN, inisiatif respectful workplace policy yang awalnya dilakukan di Pertamina akhirnya dapat di scale-up dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri BUMN tentang Respectful Workplace Policy di lingkungan BUMN,” imbuh Emma. Respectful Workplace Policy di BUMN ini akan mengcover hingga hampir 1 juta pekerja di lingkungan BUMN. 

Pertamina memiliki karyawan yang berasal dari berbagai macam suku bangsa, ras, dan agama. Hal ini menggambarkan wujud kebhinekaan. Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam implementasi ESG, prinsip keberlanjutan perusahaan yang menjunjung mutual respect and fairness sangatlah penting.

Pertamina telah menetapkan “Handbook for A Respectful Workplace” sebagai tuntunan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bebas diskriminasi dan lebih inklusif, demi keberlanjutan perusahaan di masa depan.

banner