× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Enam Tema untuk Ukur Aksi SDG Korporasi

By Redaksi

James Gomme

Director, Sustainable Development Goals

WBCSD

Pencanangan aksi Sustainable Development Goals (SDGs) oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diikuti dan diterapkan di negara anggotanya menginjak tahun ke empat di 2019. SDGs merupakan  ‘Blueprint”atau cetak biru program aksi untuk perdamaian dan kesejahteraan bagi semua warga dunia yang ditargetkan hingga 2030.

Sebagai lembaga World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), kami menyampaikan rangkuman 200 pemikiran bisnis terdepan yang terkait realisasi target SDGs. Ada enam sistem ekonomi terkait perubahan  yang dipandu oleh solusi bisnis inovatif.

Seperti upaya yang terus kami lakukan untuk mentransformasikan agenda SDGs ke dalam aksi, 2019 adalah tahun menjanjikan untuk melanjutkan pengembangan bisnis di 12 bulan berjalan. Dan inilah 6 topik yang sekiranya dapat membantu perusahaan anda fokus terkait SDGs:

  1. Tahun untuk perkembangan

2019 menandai persimpangan penting untuk mengevaluasi perkembangan SDGs dengan ketentuan yang sudah dtetapkan PBB. Hal ini tentunya menjadi review yang komprehensif terkait sejauh mana agenda global yang sudah dilakukan.

Bulan Juli bakal ada penggalangan forum politik tingkat tinggi terkait program pengembangan keberlanjutan (High-Level Political Forum in Sustainable Development/HLPF) di markas PBB, New York. Direncanakan sebanyak 51 negara akan mempresentasikan perkembangan aksi SDGs mereka di negara masing-masingdalam form “Voluntary National Revews”. Tema dari forum untuk tahun ini adalah “Memberdayakan Manusia dan Memastikan Keterbukaan dan Kesetaraan”. Topik ini menjadi pengawasan utama secara global. Masukan lewat dialog dari sektor swasta akan menjadi penting.

Berbagai upaya ini, pada akhirnya, akan memuluskan jalan menuju pertemuan tingkat tinggi pertama SDGs Summit yang penyelenggaraannya di bawah pengawasan Dewan PBB pada September. Pertemuan ini dihadiri masing-masing pemimpin negara dan pertama kalinya menyoal program SDGs sejak awal diluncurkan. Pertemuan ini juga setidaknya menyegarkan kembali komitmen masing-masing negara terhadap pencapaian target SDGs di tahun 2030 lewat pemaparan ragam aksi yang telah dilakukan.  Tahun ini Forum Bisnis SDGs juga dijadwalkan bertepatan dengan SDGs Summit. Situasi ini menjadi landasan penting bagi para pemimpin perusahaan untuk juga berperan dalam program SDGs. Mereka bisa berdialog dengan para penentu kebijakan dari berbagai negara.

Di depan pertemuan SDG Summit, PBB juga bakal merilis Laporan Global Sustainable Development, landasan awal untuk analisa kemajuan SDG dalam 4 tahun terakhir.  Ini juga menjadi hal penting bagi sektor swasta dalam mencari masukan saat berdialog sehingga upaya mereka dalam SDG mengalami kemajuan. WBCSD juga bakal berusaha memberi masukan pemikiran bisnis ke depan dengan hadir di acara SDG Summit dan HLPF.

  1. Tinjauan soal Komitmen Bisnis SDG

Di 2019 juga membawa pengawasan yang lebih detail pada performa SDG korporasi.  Sebagai sebuah konsensus dan panduan bagaimana sebuah bisnis diintegrasikan secara strategis ke dalam laporan SDGs, bila perusahaan tidak berkomitmen penuh terhadap kewajibannya, maka seolah membuat mereka harus berhadapan dengan para pemangku kepentingan yang terlibat didalamnya.

Laporan yang berjudul WalkThe Talk dari Oxfam, sampai akhir 2018 kemarin, menunjukkan adanya tingkatan ambisi dan keseriusan aksi  SDG dari para pelaku bisnis utuk lebih berkontribusi terkait keterlibatan mereka selanjutnya.

Prakarsa lain yang mengungkapkan performansi korporasi dalam lingkup SDG adalah “World Benchmark Alliance”. Pada September nanti, prakarsa dari para pemangku kepentingan menyampaikan ambisinya untuk dapat mengurutkan 2000 perusahaan besar di dunia dalam “benchmark” tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut diurutkan berdasarkan kualitas kontribusi mereka terhadap agenda SDG hingga 2030 nanti. Edisi pertama “benchmark”ini akan dirilis di tahun ini, dan diperkirakan bakal ada 20 benchmark serupa dalam 5 tahun ke depan. WBCSD pun sudah melakukan pembicaraan dengan “World Benchmarking Alliance” terkait proyek ini.

  1. “Tools” yang Tepat untuk Kinerja

Berita bagusnya untuk bisnis saat tahun 2019 tak perlu ada tools dan sumber tambahan untuk mengukur strategi SDG yang dilakukan pihak swasta/perusahaan.

Sumber ukur seperti portal Sustainable Development Solution Network’s SDG Index & Dashboard, World Bank Atlas of SDGs dan SDG Tracker semuanya memudahkan akses yang mendalam terhadap poin-poin SDG dari berbagai belahan dunia. Sementara, SDG Industry Matrix dan dokumen WBCSD peta jalan sektor SDG merupakan panduan aksi bagi sektor swasta.

Dalam konteks pelaporan, upaya U.N. Gobal Compact dan GRI dalam mengembangkan dokumen “Analysis of The Goals and Targets”  dan “Integrating the SDGs into Corporate Reporting” turut membantu untuk mendesain panduan struktur pelaporan SDG. Semua sumber di atas sudah tersedia di WBCSD’s SDG Business Hub.

  1. Dasar Keilmuan Dalam Mendukung SDG

Sebanyak 17 poin SDG dan dilengkapi 169 target aksi yang dicanangkan hingga 2030, pemahaman keilmuan yang melatarbelakangi aksi, kian berkembang.

Tahun lalu (2018) telah dirilis laporan IPCC terkait dampak naiknya suhu bumi hingga 1,5 derajat Celsius. Laporan ini sangat membantu bagi pihak manapun dalam mengeksekusi aksi dalam SDG terkait iklim. Sementara riset keilmuan pun terus dikembangkan di 2019 guna mendukung penerapan SDG. Salah satu contoh, kami telah mempublikasikan laporan EAT-Lancet Commission, yang berisikan dasar ilmiah dalam mewujudkan sistem pangan global yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, ada dokumen ilmiah lain dari International Labor Organization (ILO) yaitu  “International Labor Organization’s Global Commission on the Future of Work”. Didalamnya terdapat tahapan kunci untuk mencapai kesempatan kerja untuk semua secara berkelanjutan.  Dunia bisnis butuh menginterpretasikan semua riset tersebut ke dalam kebijakan perusahaan terkait strategi SDG mereka.

  1. Capaian Apa yang Bakal Terlihat?

Tentu dalam SDG merepresentasikan kerangka kerja yang terhubung satu sama lain secara menyeluruh. Bagaimanapun, sejumlah “goals” bakal mengalami pengembangan di 2019 ini.

SDG 13 (aksi terhadap perubahan iklim) bakal menjadi isu terdepan. Bukan sekedar bagian SDG yang bakal jadi topik bahasan di pertemuan HLPF Juli mendatang, tapi juga menjadi tema utama yang diprakarsai Sekretaris Jenderal PBB pada September nanti. Setidaknya terjadi mobilisasi bidang politik dan ekonomi untuk mendukung aksi SDG ke 13 tersebut.

SDG 10 (mengurangi kesenjangan) akan menjadi tujuan selanjutnya dalam agenda pertemuan HPLF. Setidaknya ini masih berhubungan dengan iklim politik saat ini.

Sementara itu, publikasi laporan dari EAT-Lancet yang berlandaskan studi ilmiah pada konteks sistem pangan kesehatan yang berkeberlanjutan, menambah energi diskusi dan dialog pada SDG 2 (tanpa kelaparan),  dan SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

Terakhir, SDG 14 (ekosistem laut) diharapkan juga ada kabar baik di tahun 2019. Sejumlah survey yang dilakukan di 2018, termasuk yang dilakukan anggota dan partner WBCSD, menemukan bahwa SDG 14 yang tak kalah penting dalam bisnis, salah satunya adalah terbentuknya Alliance to End Plastic Waste dimana WBCSD termasuk sebagai penggagas, perlu ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

  1. Finansial/Pendanaan: “Bagai Gajah dalam Ruangan”

Akhirnya, dan kemungkinan tak kalah krusial, 2019 akan terlihat siapa yang menanggung biaya dari aksi SDG. PBB memperkirakan untuk mencapai target SDG diperlukan dan investasi per tahun antara USD 5 triliun sampai USD 7 triliun. Realisasi pemakaiannya berada pada USD 2 sampai USD 3 triliun. Para pengamat menduga dibutuhkan sedikitnya USD 1 triliun untuk bisa memobilisasi sektor swasta.

Lingkup ini merepresentasikan kesempatan penting untuk bisnis, dan inovasi untuk bisa menyatu. Bagaimanapun, 2019 bakal menjadi tahun penting untuk mengukur mekanisme membantu mengurangi resiko dan meningkatkan insentif sektor swasta. Sebagai contoh infrastruktur berkelanjutan terhadap batasan pasar.

Sebuah portal online baru yang dikelola UN Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyediakan tinjauan terkait inisiasi hal di atas. Di pihak lain, Sekretaris Jenderal PBB  mendorong pelaksanaan programnya dalam “Strategy for Financing the 2030 Agenda”, yang dirilis pada September. PBB akan mengundang berbagai pihak termasuk sektor bisnis dalam pertemuan tingkat tinggi tentang Pendanaan untuk Pembangunan yang dihelat majelis umum PBB.

Jadi, kita disini dapat melihat sejumlah pengembangan dan tren SDG yang terus dilakukan ke depan. Ada beberapa sumber panduan dan lainnya  dari WBCSD terkait pendekatan terhadap SDG.  Diantaranya: CEO Guide to the SDGs, SDG Sector Roadmap Guidelines, SDG Business Hub, SDG Compass, dan The Good Life Goals.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]