× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Dukungan Filantropi dan Bisnis untuk SDGs

By Redaksi

Jakarta – MajalahCSR. Kalangan dunia usaha dan filantropi mendukung Sustainability Development Goals (SDG’s) diberbagai sektor yang diadopsi pemerintah. Filantropi and Business for SDGs (FBI4SDGs) juga memahami bahwa perlu partisipasi semua kalangan baik pemerintah dan masyarakat, juga kalangan dunia usaha agar SDG’s di berbagai sektor berhasil.

Kepala Bappenas bidang sumber daya alam dan kemaritiman, Gelwyyn Jusuf mengapresiasi inisiatif terbentuknya Filantropi and Business for SDGs (FBI4SDGs). Mengingat perkumpulan dari filantropi dan dunia usaha ini berusaha membentuk dan mencari platform bagi semua kalangan yang ingin menerapkan SDG’s dibisnisnya.

“Kita bersyukur bahwa dari FBI4SDGs ini bersama-sama dengan kami menjalankan program SDGs ini,” ujarnya saat perayaan ulang tahun pertama FBI4SDGs di Jakarta, kamis (9/3).

Gelwyyn menuturkan, banyak kelompok yang ingin memberikan perannya, misalnya dari kelompok bisnis, akademisi dan lainnya. Seiring dengan itu, saat ini SDGs perlu peran serta dari empat pilar untuk mendukung tercapainya SDGs. Pertama adalah pemerintah sendiri, filantropi dan pebisnis, kelompok NGO dan akademisi.

“Dulu MDGs hanya dibebankan ke pemerintah tanpa memberi porsi ke akademisi, filantropi dan bisnis,” paparnya.

Beberapa forum grup diskusi dilakukan oleh FBI4SDGs,, diantaranya adalah mengenai zakat dan best practise. Kemal Soeriawidjaja dari Company-Community Partnerships for Health in Indonesia (CCPHI) sebagai salah satu ketua forum grup diskusi mencontohkan bagaimana membuat model yang bisa digunakan oleh rekan-rekan lain di Jakarta maupun daerah.

Ketua umum FBI4SDGs Timotheus Lesmana Wanadjaja mengatakan, baru segelintir perusahaan dan perseorangan yang jungkir balik yang terlibat dalam upaya mendukung SDGs ini. Dirinya berharap agar lebih banyak pihak yang nantinya ikut, mengingat peran dari bisnis dan filantropi memang diperlukan.

Ketua dan Pembina Filantropi Indonesia Franky Welirang juga berpendapat bahwa dari sekian banyak perusahaan yang mempunyai aktivitas menuju SDGs perlu adanya penyelarasan. Namun pada intinya adalah pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran dan ketimpangan daerah.

“Bagi filantropi adalah melihat dibagian mana bisa ikut berpartisipasi. Setahun kita sharing, mendapatkan paltform dan etika filantropis, bagaimana melaporkan dan pengumpulan dana,” jelasnya.

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]