× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Donasi di Kala Pandemi untuk Si Kucing Terlantar

By Redaksi
Pemberian Makanan untuk Kucing Terlantar di Lingkungan Fakultas Pertanian UNPAD. Foto : Istimewa

Pandemi corona tak hanya membawa situasi buruk pada manusia. Satwa jalanan seperti kucing pun makin merana.

Kucing-kucing liar yang hidup di lingkungan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Jatinangor, Sumedang termasuk diantaranya. Bila sebelum pandemi, tak jarang warga kampus yang memberi makan hewan. Kini, usai kampus menghentikan sementara perkuliahan langsung, kucing-kucing tersebut kesulitan mendapat makanan.

Namun ternyata masih ada yang peduli dengan nasib kucing-kucing tersebut. Vira Kusuma Dewi, Dosen Agroteknologi di Fakultas Pertanian, UNPAD, menginisiasi donasi untuk kucing terlantar di lingkungan fakultasnya.  Menurut pengakuannya, di awal ia sama sekali tak menggalang donasi.

“Awalnya kami tak menggalang donasi. Semuanya (biaya memberi makan dan merawat kucing sakit) kami keluarkan dari kantong pribadi. Kami sudah biasa membawa makanan untuk kucing ke kampus sebelum pandemi COVID-19,” kisah Vira.

Poster Donasi Kucing di Lingkungan Fakultas Pertanian UNPAD. Foto : Istimewa

Pada kondisi normal, Vira memberi makan kucing tiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dia berkeliling kampus memakai motornya untuk memberi makan kucing yang ditemui. Namun, saat perkuliahan tatap muka ditunda, dan bila tidak ada perkuliahan secara online, ia menyempatkan datang ke kampus mulai pukul 09.00 – 12.00 setiap hari sekedar memberi makan kucing-kucing itu. Tak jarang ia sekedar menitipkan makanannya pada satpam kampus. Di lain waktu, ia ditemani mahasiswinya bernama Tiara menjumpai hewan domestik tersebut dengan membawa makanan kering dan ikan.

Belakangan, tutur Vira, ada rekan dosen bernama Wieny, membuatkan poster donasi. Informasi donasi ini lalu disebar lewat media sosial komunitas pecinta kucing. Dari informasi tersebut, beberapa orang sudah menyumbangkan donasinya.

“Ada beberapa dosen UNPAD yang menyumbang. Selain itu, sejumlah dosen luar UNPAD yang pecinta kucing pun turut menyumbang,” ungkap Vira.

Dalam sehari, menurut Vira, ia bisa menghabiskan 1 – 1,5 kilogram makanan kering kucing. Namun, Vira pun kerap membawa makanan yang “basah”, seperti ikan pindang. Karena tak semua kucing, terutama kucing kecil, cocok dengan makanan kering.

Tak sekedar memberi makan, Vira berkisah, pernah membawa kucing-kucing sakit berobat.

“Pernah sampai dibawa ke dokter dan habis Rp 1 juta, tapi tetap tak tertolong,” kenangnya sedih. Saat pandemi, Vira dan rekannya – yang juga dosen –  Erni Suminar, bahu membahu menolong kucing-kucing terlantar tersebut.

“Dulu sebelum pandemi, kantin kampus masih buka, ada sisa makanan yang biasa dimakan. Tapi sekarang kantinnya tutup (karena perkuliahan kampus dihentikan sementara),” jawab Vira saat ditanya kondisi sebelum dan selama pandemi.

Meskipun mengaku ada beban amanah dengan dibukanya donasi, Vira menegaskan donasi itu bakal  direkap.  Oleh sebab belum lama dibuka, donasi yang terkumpul pun belum terlalu banyak.

“Ada sumbangan Rp 700.000 dari dosen (fakultas) peternakan, dan Rp 230.000 dari dosen-dosen fakultas pertanian,” ungkapnya. Itu belum termasuk sumbangan pakan kering 5 kilogram dari dosen di Universitas Islam Nusantara.  

Ke depannya, Vira berharap bisa memiliki shelter untuk kucing-kucing terlantar tersebut.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]