× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Dibantu Drone, Perusahaan Ini Akan Tanam 100 Ribu Pohon

By Redaksi
Ilustrasi Perangkat Drone. Foto : Istimewa/ul.com

MajalahCSR.id – Saat masa pandemi belum sepenuhnya berakhir, masyarakat punya keterbatasan untuk beraktivitas di luar ruangan. Alhasil, menjalankan hobi adalah cara untuk membunuh rasa jenuh setelah menjalani rutinitas pekerjaan dari rumah. Berkebun adalah salah satunya.

Untuk anda yang hobi berkebun, berapa tanaman yang sudah anda tanam sejak awal pandemi? Satu, tiga, lima? Tentunya berkebun sebagai kegiatan waktu senggang berbeda dengan perusahaan yang mengkhususkan diri dalam kegiatan penanaman pohon.

Menurut hasil studi, para professional di bidang penghijauan rata-rata menanam 11 ribu pohon per minggu. Jumlahnya memang terdengar luar biasa. Tapi itu bahkan belum seberapa.  Inhabitat memberitakan, perusahaan start up asal Kanada, Flash Forest, dibantu armada drone-nya merencanakan menanam 100.000 pohon per hari! Bahkan di bulan ini mereka mencanangkan penanaman 40 ribu pohon di atas lahan bekas kebakaran, di utara Toronto, Kanada.

Tak hanya di Kanada, Flash Forest punya misi lebih besar untuk melakukannya di kawasan lain. Targetnya, penanaman 1 miliar pohon hingga 2028 nanti.  Flash Forest merupakan satu di antara sekian perusahaan yang memanfaatkan teknologi drone dalam penghijauan kawasan. Menurut sumber dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, manusia butuh 1,5 miliar hektar lahan yang ditanami pohon untuk mengantisipasi laju pemanasan global yang kenaikannya diprediksi akan mencapai 1,5°C. Luas lahan tersebut sekira wilayah Amerika Utara.

“Kami pikir pemakaian drone sangat dibutuhkan untuk mengejar target penghentian emisi karbon secara global lewat penghijauan,” kata pendiri Flash Forest sekaligus  kepala strategi perusahaan, Angelique Ahlstrom.  “Saat anda beralih memanfaatkan drone, kecepatan penanamannya bisa 10 kali lebih cepat dibanding oleh manusia.”

Di awal pengerjaan, Flash Forest lebih dulu melakukan pemetaan oleh drone untuk mengetahui jenis tanaman yang paling cocok disesuaikan kondisi tanah serta usia tanamannya.  Setelah itu, drone akan menempatkan benih dalam tanah (dalam media khusus). Drone tersebut bahkan dilengkapi sirip angin khusus yang membuatnya mampu melakukan penanaman di lahan sulit seperti hutan mangrove dan lereng bukit yang curam. Fast Forest yang berdiri di awal 2019 hingga kini sudah mampu menanam 10.000 hingga 20.000 benih pohon per hari.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]