× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

DBS Tayangkan SPARKS Musim Kedua, Serial Mini Tentang Pembangunan Berkelanjutan yang Sabet Penghargaan

By Redaksi

Bertemakan ‘Everyday Heroes for a Better World’, SPARKS musim terbaru berfokus pada masalah sosial dan lingkungan serta bertujuan untuk mendorong perubahan.

Bertemakan “Everyday Heroes for a Better World” (Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Menjadikan Dunia Lebih Baik), yang diilhami oleh kisah nyata, tiga episode pertama musim ini mengisahkan sekelompok bankir DBS yang dinamis. Ketiganya bekerja sama dengan beberapa komunitas guna mengatasi beberapa masalah sosial dan lingkungan paling mendesak saat ini. Tema masalah yang diangkat  termasuk polusi plastik, limbah makanan dan kesenjangan sosial.

Ketiga episode tersebut diilhami oleh kisah tiga wirausaha sosial yang didukung oleh DBS Foundation, yakni Evoware (Indonesia), Bettr Barista (Singapore) dan Eco-Greenergy (Hongkong). DBS Foundation yang didirikan lima tahun lalu bertujuan membantu para wirausaha sosial dan kini menaungi lebih dari 300 wirausaha sosial di Asia.

Evoware didirikan untuk mengatasi masalah sampah plastik di seluruh dunia dengan memproduksi kemasan ramah lingkungan, biodegradable dan bahkan bisa dimakan. Bisa dikonsumsi karena kemasan ini terbuat dari rumput laut. Bettr Barista menyelenggarakan pelatihan pembuatan kopi guna meningkatkan kemandirian sekaligus memberdayakan masyarakat marjinal. Fakta limbah makanan jadi masalah besar di masyarakat negara maju, mendorong Eco-Greenergy berinisiatif mengubah ampas kopi menjadi produk inovatif. Salahsatunya alat makan yang dapat diurai menjadi kompos. Dengan produk ini mendaur ulang limbah makanan pun bisa dilakukan secara kreatif.

Melalui Sparks musim kedua, DBS berharap dapat memulai dialog dan mendorong perubahan di seputar tantangan utama, seperti:

●      Polusi plastik: Delapan dari 10 negara penghasil polusi plastik berada di Asia. Diperkirakan lima negara di wilayah Asia saja – Cina, Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam – bertanggung jawab atas 60% limbah plastik yang dibuang ke laut. Di Singapura, penggunaan plastik sekali pakai menjadi masalah lingkungan mendesak. Menurut Dewan Lingkungan Singapura, masyarakat Singapura minimal menggunakan 1,76 juta barang berbahan dasar plastik setiap tahun, dan hanya kurang dari 20% yang berhasil di daur ulang.

●      Kesenjangan: Terlepas dari pembangunan ekonomi, permasalahan sosial dan ketidaksetaraan gender tetap marak. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menunjukkan bahwa kerugian yang terjadi terkait pendapatan kelompok tertentu dapat memberikan dampak buruk terhadap kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

●      Limbah makanan: Makanan senilai 1 triliun dolar AS terbuang di seluruh dunia setiap tahun, dan 50% di antaranya berasal dari negara-negara di Asia. Setiap minggu, 2,5 kilogram makanan dibuang begitu saja di setiap rumah penduduk di Singapura.

Pada saat sama, melalui ketiga episode tersebut, DBS berupaya untuk memberikan penghargaan kepada individu, pebisnis, maupun anggota tim DBS yang memiliki ketertarikan dan ketekunan untuk membuat sebuah perbedaan.

Bank DBS tengah berupaya memanfaatkan 100% energi terbarukan bagi seluruh operasinya di Singapura pada 2030 dan telah menjalin kerja sama dengan Singapore Management University untuk membuka jurusan pembangunan berkelanjutan pertama di Singapura.

Terkait dampak sosial, DBS Foundation telah memberikan dana hibah sebesar 5 juta dolar Singapura kepada wirausaha sosial di Asia. Sejumlah wirausaha sosial tersebut telah meluncurkan beragam inovasi sosial di berbagai bidang, seperti layanan kesehatan, inklusi sosial, perlindungan lingkungan, pengelolaan limbah, keberlanjutan pangan serta ketersediaan penghasilan bagi kaum marjinal. Pada 2017, DBS menjadi mitra perbankan resmi dan agen penempatan tunggal untuk Women’s Livelihood Bond, obligasi keberlanjutan sosial pertama di dunia yang terdaftar di bursa saham.

Sejak ditayangkan pada 2016, ke-10 episode Sparks musim pertama telah ditonton lebih dari 250 juta kali dan menghasilkan lebih dari 24 juta keterlibatan digital di seluruh kawasan. Selain itu, Sparks musim pertama juga meraih sejumlah penghargaan pemasaran global, seperti “Gold Award in Digital Marketing” di ajang “Global Efma-Accenture 2017 Distribution & Marketing Innovation Awards” dan Silver Award pada penghargaan bergengsi “Shorty Awards 2018”. Baru-baru ini, Bank DBS memenangkan penghargaan kategori Video Marketing, Corporate Division di “Conference Board’s Excellence di Marketing and Communications Awards 2019”.

Sparks musim kedua diramaikan oleh sejumlah pemain, seperti, Adrian Pang, Tan Kheng Hua, Jae Liew, Aanchal Wadhwani, Arifin Putra, Chen Yi Xin, Chew Kin Wah, dan lain-lain.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]