banner
Dian Kurniawati, Founder and CEO Tridi Oasis, dan Mohamad Bijaksana Junerosano, Founder dan CEO Waste4Change. Keduanya terpilih menjadi dua di antara 19 penerima hibah DBS Foundation di Asia senilai total SGD 3 juta atau lebih dari Rp 31, 8 miliar. Foto : Istimewa
Liputan

DBS Foundation Kucurkan Dana Hibah SGD 3 juta untuk 19 Wirausaha Sosial Asia

260 views

MajalahCSR.id – DBS Foundation, yayasan sosial asal Singapura yang mendukung kewirausahaan sosial, menyalurkan sekitar SGD 3 juta kepada 19 wirausaha sosial (Social Enterprise/SE) lingkungan di Asia. Dua di antaranya merupakan SE asal Indonesia, yaitu Tridi Oasis dan Waste4Change. Dana hibah tahun 2021 ini adalah prakarsa DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme. Dana kali ini bahkan dua kali  lebih besar dari nilai yang diberikan setiap tahunnya.

Dana hibah DBS Foundation, ke-19 SE tersebut diharapkan memberi dampak positif pada 24.000 jiwa di seluruh kawasan Asia melalui akses layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas. Selain itu, hibah tersebut juga bisa meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar. Adapun keberadaan wirausahawan  tersebut diupayakan menurunkan pengaruh buruk pada lingkungan. Mulai dari pengurangan emisi CO2 sebanyak 160.000 ton, serta mereduksi limbah makanan dan limbah plastik masing-masing  120.000 ton dan 130.000 ton.

Karen Ngui, Group Head, DBS Strategic Marketing and Communications dan Board Member of DBS Foundation, menyebutkan, jumlah pengusaha muda yang semakin meningkat, dari kacamata pihaknya, mewakili masa depan bisnis. Mereka, kata Karen, senantiasa mengembangkan solusi inovatif untuk memecahkan masalah sosial dan lingkungan yang mendesak.

“Mereka bisa menghasilkan ‘double impact’, yaitu laba dan dampak, sehingga dapat membuat perbedaan yang berkelanjutan. Mereka adalah pengusung perubahan yang didorong oleh tujuan positif, demi membuka jalan menuju masa depan lebih berkelanjutan,” imbuh Karen.  

DBS Foundation, disebutnya, berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan wirausahawan sosial. “Dengan pandemi berkepanjangan, kami meningkatkan dana hibah kami sebanyak lebih dari dua kali lipat tahun ini untuk membantu lebih banyak SE melewati masa-masa sulit ini, sambil meningkatkan dampak yang bisa diberikan.”

Sembilan belas SE ini merupakan yang terpilih dari hampir 700 pendaftar dari Singapura, Tiongkok, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan. Dana yang diterima akan mereka salurkan untuk peningkatan dan penerapan inovasi. Isu yang akan ditingkatkana beragam, mulai dari masalah perawatan kesehatan, nutrisi, kesenjangan kemampuan kerja dan pendapatan, pendidikan, energi, perlindungan lingkungan hingga pengelolaan limbah, yang seluruhnya relevan dengan isu-isu yang berkembang.

Tridi Oasis dan Waste4Change

Tridi Oasis dan Waste4Change adalah penerima dana hibah asal Indonesia yang berfokus menangani isu lingkungan melalui pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas bisnis mereka, serta mengembangkan riset bisnis yang mendalam.

Tridi Oasis adalah produsen botol plastik daur ulang. Perusahaan ini memproduksi serpihan PET (Polyethylene terephthalate) berkualitas tinggi dan menengah. Material ini akan diubah jadi kemasan plastik yang baru serta bahan tekstil yang berkelanjutan. Tridi Oasis dalam hal ini mendorong praktik ekonomi sirkular dengan menciptakan produk daur ulang serta bisa membuka lapangan pekerjaan.

Dian Kurniawati, Founder and CEO Tridi Oasis, menegaskan, “Kolaborasi dengan DBS memicu kami untuk belajar bagaimana wirausaha sosial dapat mendorong perubahan sosial yang lebih besar dengan menerapkan strategi entrepreneurship/bisnis yang tepat. Dana hibah yang diterima sudah kami rencanakan untuk mendanai studi lingkungan terkait proses daur ulang plastik kemasan berlapis yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, dana jga bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak jumlah tim kami dalam pengumpulan plastik kemasan berlapis di Tangerang.”

Seemntara itu, Waste4Change bertujuan mendorong ekosistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang lebih kolaboratif dan bertanggung jawab. Sasaran besarnya adalah mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Waste4Change menyediakan solusi pengelolaan sampah mulai dari riset, edukasi, pengangkutan, dan daur ulang untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Mohamad Bijaksana Junerosano, Founder dan CEO Waste4Change, menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi atas peluang yang diberikan DBS Foundation. Melalui dana hibah tersebut, Juno mengungkapkan rencana pihaknya bermitra dengan 300 TPS 3R dan Bank Sampah Jabodetabek untuk pengelolaan sampah.

“Akan ada peningkatan kapasitas dan asistensi, serta integrasi sistem informasi untuk usaha para mitra. Hal ini bukan hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga dapat meningkatkan pemasukan dari para pelaku industri persampahan,” papar Sano, panggilan akrabnya.

Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications, PT Bank DBS Indonesia, mengatakan, “Sejak 2015, terdapat 14 wirausaha sosial Indonesia telah berhasil menerima DBS Foundation Grant.

“Sejalan dengan salah satu pilar sustainability kami, yaitu Creating Social Impact, ke depannya kami senantiasa berkomitmen untuk menumbuhkembangkan lebih banyak wirausaha sosial guna turut memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab berbagai isu sosial di Indonesia,” cetusnya

Selain itu, DBS akan mendukung SE mencapai target tersebut dengan memanfaatkan akses ke sumber daya bank yang beragam. Akses itu meliputi pelatihan keterampilan dan pengembangan kapasitas, membuka kesempatan untuk membangun jaringan dan peluang bisnis, pengadaan, serta peningkatan kesadaran melalui berbagai prakarsa dan platform.

DBS Foundation juga akan melakukan tinjauan paruh tahun pada bisnis tersebut untuk memantau kemajuan, dan bekerja sama agar menyempurnakan dan mengembangkan rencana pertumbuhan mereka.

banner