× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Daur Ulang dengan Enzim yang Bisa Hancurkan Semua Plastik

By Redaksi
Proses Pengolahan Daur Ulang Limbah Plastik Menggunakan Enzim. Foto : Carbios via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Carbios, perusahaan startup Perancis, sukses mengembangkan metode baru untuk mengurai masalah limbah plastik (PET) memakai enzim khusus. Boleh jadi ini salah satu solusi daur ulang plastik yang ditunggu dunia. Metodenya berjalan lancar, mampu menghancurkan jenis plastik apapun menjadi bijih plastik murni. Cara ini bahkan cocok pada limbah botol minuman, yang plastiknya biasa terbuat dari minyak bumi.

Carbios memiliki visi untuk mengetahui cara yang sempurna terkait penggunaan plastik yang tak menghasilkan sampah. Visinya tersebut berbuah dukungan. Perusahaan besar dunia berlomba mendanai startup ini. Sebut saja Nestlé Waters, L’Oréal, PepsiCo, dan Suntory Beverage & Food Eropa. Tak hanya dana, perusahaan raksasa tersebut mendukung Carbios dengan bantuan tenaga ahlinya.

Carbios bahkan sudah memiliki 2 paten Amerika Serikat (yang rencananya akan disewakan pada perusahaan daur ulang) untuk kepemilikan teknologi proses enzim yang menghancurkan, memurnikan, agar limbah plastik kembali digunakan. Berbeda dengan teknologi sebelumnya hanya mampu sedikit saja mendaur ulang jenis plastik.

Misinya tidak hanya menurunkan secara drastis jumlah limbah plastik, tapi juga karena perusahaan tersebut tetap membutuhkan plastik untuk produk mereka. Kebanyakan dari mereka mengakui plastik akan tetap menjadi kemasan produknya, namun semua berasal dari proses daur ulang.  

Carbios sudah menyatakan siap untuk mendaur ulang dan mendapatkan bahan daur ulangnya dari perusahaan tersebut. Kerja sama ini tentu menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh, Nestlé dan L’Oréal percaya bahwa teknologi Carbios bisa membantu mereka untuk mencapai tujuan 2025. Tujuan tersebut yaitu 50% dari produk plastik mereka berasal dari sumber hayati atau daur ulang.

“Mereka butuh produk daur ulang, dan mereka tahu bila mencapai tujuan (2025) dengan metode sebelumnya bakal sulit terpenuhi. Kami membawa jumlah baru dalam jenis bahan daur ulang. Di mana teknologi sebelum kami tak bisa melakukannya lantaran hasilnya disebut tak memiliki nilai,” cetus Martin Stephan, deputi CEO Carbios.

Lantas bagaimana cara baru mereka mendaur ulang plastik?

  • Seluruh jenis plastik (botol, busana polister, wadah makanan, dan lainnya) dimasukkan ke dalam bio-reaktor bersama-sama untuk dihancurkan lalu dicampurkan enzim.
  • Campuran ini dipanaskan hingga mendidih.
  • Proses tersebut tidak membutuhkan bahan pelarut.
  • Dalam hitungan jam, enzim mengurai campuran plastik menjadi monomer
  • Monomer lalu dipisahkan, dimurnikan, dan digunakan kembali sebagai bahan baru pembuat plastik.

Proses yang dilakukan bisa berulangkali karena tak peduli seberapa sering memasukkan limbah plastik yang juga hasil daur ulang ke alur proses, kualitas hasilnya tak pernah berkurang. Bahkan botol plastik berwarna pun dapat diubah menjadi plastk transparan, karena proses tersebut juga mampu menghilangkan zat warna!

Tantangan selanjutnya adalah mengedukasi masyarakat konsumen untuk turut dalam proses daur ulang (seperti memilah dan menyerahkan limbah plastik pada pihak yang berkompeten).

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]