× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Dari Kontainer Bekas Menjadi Gedung Berkelas

By Redaksi
Desain Salah Satu Sudut Kantor Bureau Agreste. Foto : Istimewa/CAPSA

MajalahCSR.id – Kontainer bekas bisa jadi tidak menarik di mata anda. Namun di tangan ahlinya, benda kaku persegi panjang yang biasanya dipakai untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, berubah jadi ruang bangun yang memikat. Bagi para desainer ruang dan bangunan, kontainer bekas bisa diubah menjadi rumah mungil, kantor, taman komunal, atau apapun.

Kontainer berbentuk modular atau standard, dan ringkas. Hal ini justru memungkinkan siapapun untuk mengembangkan bentuknya sesuai keinginan. Dengan kata lain, benda ini bisa memungkinkan dijadikan apapun.   

Pada Juni lalu, CAPSA Conatainers, perusahaan desain kontainer asal Lyon, Perancis, menggelar kompetisi desain kontainer yang bertema “Design Tomorrow”. Kompetisi ini berfokus pada solusi inovasi dan konstruksi alternatif. Dua bulan kemudian, pemenangnya terpilih. Ada 3 pemenang yang berhasil menyisihkan nominator lain. Desain paling menarik jatuh pada “Bureau Agreste”, selanjutnya posisi kedua direbut “Flowers in The Garden”, dan peringkat ketiga dimenangkan oleh desain yang bertema “Side Up Project”.

 

Industri konstruksi selama ini dikatakan bertanggung jawab atas kontribusi emisi gas rumah kaca dunia lebih dari 30%. Sehingga, dibutuhkan terobosa baru yang bisa menekan dampak emisi. Mendesain kembali kontainer bekas bisa membantu kita merancang bangunan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Alasannya, mereka lebih ekologikal, ekonomis, menggunakan sedikit sumber daya alam, jejak karbon rendah, dan menantang kebutuhan sosial.

“Material alami, daur ulang, memanfaatkan kembali, cerdas, dan konstruksi berkelanjutan adalah syarat kompetisi. Dalam keragaman yang menawarkan bentuk konstruksi saat ini, container kapal adalah yang paling banyak memiliki nilai tambah: standard, mobilitas, dan terukur,” komentar tim juri dari CAPSA.  

Bureau Agreste dinobatkan sebagai kampiun pertama. Bangunan yang didesain oleh trio desainer Hugues Hernandez, Ariane Marty, dan Morgan Baufils, menawarkan bentuk kantor atau ruang kerja yang didasari keprofesionalan, bermotivasi, dan ramah lingkungan.

Kantor Agreste memiliki dua lantai dimana bagian tengah strukturnya adalah ruang yang mendukung produktivitas dan pertukaran promosi kantor penghuninya. Sementara ruang lainnya mengedepankan intimasi yang diperuntukan kegiatan rapat dan pertemuan. Bangunan kontainer cukup tinggi, menawarkan ruang terbuka yang bisa digunakan untuk aktivitas luar ruang, penyelenggaraan acara, atau bahkan sarana parkir kendaraan.  

Bangunan ini sudah termasuk fasilitas sistem penangkap air hujan dan beberapa panel surya di atap. Lingkungan yang sangat cocok untuk gedung mandiri energi. Hasilnya, pelaku bisnis bisa mendapatkan biaya sewa lebih murah dibanding kantor sejenis di kota besar.

Dalam komentarnya, tim Bureau Agreste menyebutkan, tujuan proyeknya tersebut untuk mengdepankan ketahanan dan meminimalisasi dampak lingkungan dengan memanfaatkan kontainer bekas, tangki penampung air hujan, panel surya, toilet kering, tungku kayu, kipas angin, bahkan bio-material dari industri lokal.  

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]