× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Danone-Aqua Mengalirkan Air Berkelanjutan

By Redaksi

“Human nature is like water. It takes the shape of its container.” — Wallace Stevens (Sifat manusia seperti air. Dibutuhkan bentuk dari setiap wadahnya).

Kutipan bijak dari penyair modern dan pengacara hukum Amerika, Wallace Stevens menunjukkan kuatnya ikatan simbolisme manusia dan air. Air adalah teman kehidupan. Pun air adalah lawan bila tidak diperlakukan semestinya. Pentingnya air bagi kehidupan mendasari munculnya perayaan hari Air Sedunia tiap tanggal 22 Maret. Memperingati hari Air Sedunia, perusahaan air minum dalam kemasan, Danone-Aqua, mengundang sejumlah media untuk acara gathering. Media gathering yang dilaksanakan dua hari mulai 26 – 27 Maret kemarin bertemakan “Selusur Siklus Air Bersama Danone-Aqua”.

Acara digelar di pabrik produksi di Cianjur, Jawa Barat. Puluhan wartawan dari berbagai media dan kalangan influencer media sosial turut larut dalam acara. Danone-Aqua menegaskan komitmennya untuk berkontribusi secara strategis pada upaya Indonesia dalam mencapai Sustainability Develpoment Goals (SDGs), termasuk masalah air dan ketersediaannya dalam tanah merujuk pada tujuan ke 15 pada SDGs. Dalam kaitan ini, Danone-AQUA menekankan pentingnya preservasi siklus air ke dalam ekosistem. Pemanfaatan air secara bertanggung jawab dan  meningkatkan akses terhadapair bersih bagi masyarakat Indonesia.

Dalam acara tersebut, Danone-Aqua menunjukan komitmen untuk mendukung hal tersebut di atas. Dimulai dengan mekanisme proses  produksi, serta berbagai program konservasi air dan pemberdayaan masyarakat di sekitar lingkungan pabrik. Danone-Aqua memahami bahwa kualitas air mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Danone-Aqua berkomitmen untuk upaya terbaik dalam melindungi sumber daya air. Selain melindungi sumber mata air, dalam proses produksinya, Danone-Aqua mempertimbangkan konsep ramah lingkungan. Diantaranya, menekan seminimal mungkin jejak karbon dalam proses produksi dan sampah plastik.

Khusus terkait plastik, Danone-Aqua sudah mempraktekkan penggunaan botol plastik daur ulang. Sehingga sampah plastik yang mencemari lingkungan, dapat diminimalisir. Pada kesempatan itu, Danone-Aqua bahkan memperlihatkan kemasan botol plastik kreasinya yang 100% terbuat dari sampah plastik daur ulang.

Ada sejumlah basis pilar terkait strategi siklus air Danone-Aqua yang bersifat kemitraan inovatif. Pilar tersebut adalah: mendorong efisensi penggunaan air dalam operasional; melindungi ekositem; mempromosikan pertanian ramah lingkungan; dan meningkatkan akses terhadap air minum yang aman bagi masyarakat. Beberapa hasil yang didapat dari keempat pilar tadi diantaranya:

  1. Danone-Aqua bersama pemangku kepentingan berkomitmen menjaga 18 daerah aliran sungai di daerah operasinya agar sumber daya air senantiasa lestari.
  2. Mempromiskan pertanian ramahlingkungan untuk menjaga kesehatan tanah dan air di atas lahan 200 ha;
  3. Meningkatkan akses air bersih kepada 165.000 jiwa masyarakat di sekitar operasional pabrik dan daerah yang membutuhkan seperti di NTT, NTB, Boyolali, dan Sragen. Di Boyolali dan Sragen program dikembangkan dengan skema water credit bersama water.org.

Danone-Aqua sempat mengajak media berkunjung ke Taman Kehati. Taman Kehati adalah taman seluas 5 ha di lingkungan pabrik Danone-Aqua Cianjur. Sekitar 65 spesies flora fauna yang beberapa diantaranya nyaris punah bisa ditemukan di taman ini. Dengan menapaki tangga dari kawasan pabrik, taman ini seakan jadi “taman lindung” bagi sejumlah flora. Salah satunya tanaman herbal ginseng jawa. Tanaman ini berguna untuk mendongkrak stamina alami, penambah asi bagi ibu-ibu menyusui, dan juga obat bagi sejumlah radang, semisal bisul.

Petani Organik dan Mengenal Biopori

Kunjungan yang dilakukan tak cuma sekitar pabrik. Setelah diajak mengamati Taman Kehati, undangan mengunjungi kelompok Tani Gede Lestari Program Ecofarming di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Bekerjasama dengan Danone-Aqua, petani di desa ini mengembangkan komoditas tani organik. Penanaman dilakukan di dalam greenhouse. Greenhouse adalah bangunan yang berkerangka atau dibentuk menggelembung, diselubungi bahan bening atau tembus cahaya. Fungsinya agar dapat meneruskan cahaya secara optimum untuk produksi tanaman dan melindungi tanaman dari kondisi iklim yang merugikan.

Komoditas sayur organik meliputi paprika, tomat, cabe, dan beberapa jenis lainnya. Petani di kawasan tersebut dibina dan  didampingi oleh tenaga ahli tani. Tak cuma itu, pemasaran hasil produksi pun dibantu Danone-Aqua ke berbagai penjual produk di berbagai lokasi. Terutama yang berada di dekat perumahan warga.

Di lokasi yang sama, tamu undangan diajak mengenal dan membuat lubang resapan biopori. Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Dengan membuat lubang biopori, air hujan (air permukaan) bisa dengan mudah meresap kedalam tanah. Sehingga,  tanah-tanah tersebut mampu menyimpan air dan terhindar dari kekeringan. Manfaat lain, pembuatan lubang biopori bisa mengundang cacing untuk mendekat. Alhasil, tanah pun menjadi lebih subur.

Sumur Resapan

Pada pertemuan hari kedua, digelar diskusi. Hadir sebagai pembicara yang merupakan pakar Hidrologi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Dr. Nana Mulyana Arifjaya. Dalam paparannya, Nana menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas air. Caranya melalui konservasi sumber daya air yang dilakukan secara terintegrasi, baik di wilayah hulu, tengah dan hilir. Tentunya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Terkait bencana banjir yang menerjang kota-kota di Indonesia termasuk Ibukota Jakarta, Nana mengusulkan pembuatan sumur resapan. Dengan sumur resapan, air permukaan yang datang dari limpahan hujan, bisa masuk ke dalam sumur resapan. Selain mencegah banjir, sumur ini pun menyediakan suplai air bersih yang bermanfaat saat musim kering. Salah satu penyebab minimnya persediaan air saat musim kering adalah limpahan air saat musim hujan langsung terbuang ke laut. Padahal, menurut Nana, Indonesia merupakan negara dengan curah hujan tertinggi di dunia. “Masalah ini bisa teratasi dengan pembuatan sumur resapan,”cetus Nana.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]